Benarkah Indonesia Akan Membeli 32 F-16V Viper dan 6 C-130J Hercules? – GarudaMiliter.com. Media online AsiaTimes.com melaporkan bahwa Pemerintah Indonesia secara diam diam telah melakukan pembicaraan dengan pemerintah Amerika Serikat mengenai upaya pembelian 32 unit pesawat tempur F-16 Block 70 atau juga dikenal dengan F-16V Viper serta 6 unit pesawat angkut C-130J Hercules.

Jokowi dan Trump
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
  • Gmail
  • Tumblr
  • Blogger
Jokowi dan Trump

Hal ini dinilai sebagai upaya penguatan militer yang masih memelihara peralatan berusia tua seperti F-16A/B Fighting Falcon produksi tahun 80-an dan C-130B Hercules produksi tahun 60-an. Selain itu upaya pembelian ini juga dinilai sebagai usaha pemerintah Indonesia menyeimbangkan neraca perdagangan dengan Amerika, memelihara akses dagang khusus ke Amerika dan menghindari perang dagang dengan Amerika.

F-16 Viper Block 70
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
  • Gmail
  • Tumblr
  • Blogger
F-16 Viper Block 70

Sumber AsianTimes di Washington mengatakan bahwa Indonesia sedang melobby agar Pemerintah Amerika mempertahankan status akses Generalized Scheme of Preferences (GSP) dan juga berusaha menangkal kemungkinan adanya sanksi dari parlemen Amerika terkait dengan pembelian peralatan militer dari Rusia yang diancam oleh UU CAATSA Amerika.

C-130J Hercules yang akan memperkuat Skadron Udara 33
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
  • Gmail
  • Tumblr
  • Blogger
C-130J Hercules yang akan memperkuat Skadron Udara 33

Pemerintah Indonesia akan tetap menjalankan kontrak pembelian pesawat tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia untuk meremajakan F-5 Tiger II di Skadron Udara 14 Magetan. Disinyalir, pembelian 32 pesawat tempur F-16 generasi terbaru tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan Su-35 ini.

F-16 Viper Block 70
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
  • Gmail
  • Tumblr
  • Blogger
F-16 Viper Block 70

Pembelian F-16 tersebut dilakukan untuk membentuk 2 skadron udara baru yang memang ada dalam rencana strategis TNI AU. Diperkirakan Skadron Udara 18 dan Skadron Udara 19 akan dibentuk di Lanud El Tari Kupang dan Lanud Manuhua, Biak Papua dengan alutsista F-16 Viper tersebut. Kedua pangkalan udara tersebut merupakan bagian dari Koopsau 3 sebagai upaya pemerintah untuk melindungi wilayah ruang udara di Indonesia Bagian Timur yang selama ini masih kosong.

Kemungkinan yang lain adalah dilaksanakannya penggabungan seluruh kekuatan pesawat tempur Hawk 209 dan Hawk 109 di Skadron Udara 12 Pekanbaru. Hal ini wajar, mengingat kekuatan Skadron Udara 1 dan Skadron Udara 12 yang merupakan tempat bermukimnya Hawk series sudah tidak penuh lagi kekuatannya. Dengan demikian 32 pesawat F-16 Viper yang akan datang akan dibagi ke 2 Skadron Udara. Yakni mengisi kekuatan Skadron Udara 1 Pontianak yang ditinggalkan Hawk 109/209 dan membentuk 1 Skadron Udara baru di lanud El Tari Kupang. [Bersambung ke Halaman Berikutnya]

129 COMMENTS

  1. Ya moga aja yg su 35 cepat terurus dulu, F 16 Viper nyusul deeh, tp pertahanan rudal darat keudara hrs jg disiagakan ditiap titik perbatasan, serta radar radar canggih yg juga bs mengendus pesawat tempur siluman negara lain yg dgn seenaknya nylonong msuk di toritorial NKRI, dan saya juga mengusulkan semua jenis pesawat tempur kita harus dicat dgn cat anti radar biar jadi pesawat tempur semi siluman,

  2. Jangan bicara begitu.kita selalu optimis devisa kita 130 milyar dollar masa mau hutang,dasar goblok kamu yg koment jangan merendahkan niat pemerintah dan tni au,kamu yg banyak hutang blm bayarπŸ™„πŸ™„

  3. Huuh,,,buat apa senjata penghancur yg baru,,,yg penting bgun TNI menjadi tambah tangguh,,dan d tingkat kan prestasi nya di dunia,,,,klo pun harus utang bagus nya buat pembangunan aj biar Indonesia cepat makmur

  4. Udah jngn beli produk asing jika dapat negara kita produksi jngn tergantung dengan negara asing

    Liat nti prabowo jadi presiden bingunglu

  5. Yang komen rasis apaΒ² ngutang tapi gk mandang diri sendiri kerja udh bener blom?perilaku sehariΒ² udh bener blom? Timbang kalian komen pemerintah mending naikin dulu kualitas kalian. Kerja males minta makmur “Ngimpi Boss”. Jangan menghujat orng lain kalo diri sendiri belum tentu berjasa buat negri sendiri. Negara gk ngutangpun klo rakyatnya males kerja negara dapet penghasilan dari mana?

  6. Aneh emang orang indo yah,dari kemaren banyak yang ngeluh alutsista kita dah pada tua kenapa gak beli baru ini lah itu lah,lah pas pemerintah udah beli kok masih ngeluh sih njirrr serba salah di mata masyarakat indo yang maha benar:v kalo gak ngutang yang gak bakal ke beli cuyy,nanti gak beli ngomel ngomel hede

  7. Klu alutsista tua, salahin pemerintah
    Mau beli alutsista baru, tetap sama saja.
    What the fuck going on Indo Netizen ???
    Dikit” Salawi (Semua Salah Jokowi) hadeeehhhh
    Bilang” rezim ini punya utang tertinggi, tapi faktanya utang dari presiden sebelumnya. Paling jago bicara utang, tapi utang motor, HP, dan utang pribadinya blom kelar. Waras to ??

  8. Kita masyarakat bisanya komen aja. Pamerintah pasti udah memperhitungkan semua hal hasilnya. Baik dari negatif maupun positifnya. Jdi kita masyarakat harus dukung pemerintahan yang ada…..

  9. gueee heran sama kalian yang comment nya menyudutkan , kitaaa mau beli alutista kataanya duit dari utang , kalooo ada gesekann seperti kri tjiptadi katanyaa alutista kita kalah dan kurang gaharr dan kitaaa skrng mau beli pun bnyakkk dri kalian itu menyudutkan , teruss mau kalian ituuu apa yang menyudutkann ?????

  10. Buay admin grup ini please lah pada kick yang komennya ga jelas ngebahas utang blah blah blah belok ke politik, gblk untuk militer itu ada anggarannya pasti pemerintah juga udh mikirin mateng” dari segi positif negatif nya ga asal beli gitu aja, kalian jangan asal ngomong seenaknya, bilang pemerintah bodoh lah apalah, dikatain negara lemah ngam00k giliran mau memperkuat dari kelemahannya di hujat tolol ajg

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here