Mengenal Tank Medium Buatan PT Pindad – GarudaMiliter.com. Perlahan, langkah demi langkah diraih oleh Indonesia yang terus bergerak maju khususnya dalam industri pertahanan dan keamanan. Sebagai contohnya, salah satu perusahaan BUMN strategis terkemuka, yaitu PT. Pindad beberapa waktu lalu memperkenalkan salah satu produk terbarunya Medium tank.

Proyek medium tank yang dinamai sebagai Tank Harimau ini termasuk salah satu dari program pemerintah dalam 7 pengembangan strategis Kementerian Pertahanan untuk meningkatkan kemampuan BUMNIS agar dapat bersaing dengan industri pertahanan luar negeri.

Desain tank dibuat sesuai dengan kriteria kebutuhan dari penggunanya, yaitu TNI AD dan AD Turki. Desain medium tank buatan PT Pindad ini juga didasarkan pada strategi pertempuran modern dimana kemudahan mobilisasi dari tank ini menjadi salah satu keunggulan di samping kemampuannya sendiri.

Tank rancangan Pindad dan FNSS memiliki kemampuan pertahanan balistik dan memiliki anti ancaman ranjau terkini. Medium tank Pindad generasi terbaru ini dilengkapi dengan kemampuan daya gempur yang luas mulai dari perlindungan jarak dekat untuk pasukan infantri hingga pertempuran antar kendaraan tempur.

Pembuatan tank berukuran medium hasil kolaborasi antara Pindad dan FNSS terbilang sangat cepat. Pasalnya, hanya dibutuhkan waktu sekitar satu setengah tahun untuk melihat bentuk utuh dari medium tank Pindad tersebut.

Tank buatan Pindad ini memiliki spesifikasi: berbobot maksimal 35 ton, mempunyai power 20 HP/ton, kecepatan maksimal 70 km/jam, dapat menampung 3 orang kru yang terdiri dari Komandan, penembak, dan pengemudi, serta memiliki senjata utama turret kaliber 105 mm yang mmiliki daya hancur besar.

Tank yang diberi nama Harimau ini juga dilengkapi dengan berbagai teknologi terbaru, seperti sistem kewaspadaan mandiri,hunter killer system, perlindungan pasif (laser warning system), battle management system, serta proteksi level 5. Turret medium tank memiliki mekanisme autoloader, dengan 12 butir peluru di turet dan 30 butir peluru cadangan di dalam pool.

PT Pindad (Persero) siap memproduksi secara massal tank ini di tahun depan. Perusahaan pelat merah ini sudah mendapat pesanan 100 unit untuk memenuhi kebutuhan TNI. Diproyeksikan tank jenis ini akan menggantikan ratusan tank AMX-13 pengadaan tahun 60-an dan 80-an.

Untuk pertama kalinya, Pindad menampilkan prototipe medium tank hasil pengembangan bersama dengan FNSS Turki dalam perayaan HUT TNI ke-72 pada 5 Oktober 2017 di Dermaga Indah Kiat, Cilegon. Presiden RI, Joko Widodo dan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyaksikan langsung penampilan perdana medium tank dan kendaraan tempur buatan Pindad lainnya pada sesi Alutsista Demo/Defile.

Update terbaru dari proyek ini adalah, Turki saat ini sudah berhasil menciptakan prototype perlindungan aktif untuk menangkal serangan rudal anti tank maupun granat berpeluncur roket. Hal ini penting sekali bagi keamanan tank ini, mengingat dengan statusnya sebagai tank berukuran medium, lapisan bajanya pun tidak terlalu tebal bila dibandingkan dengan MBT Leopard misalnya.

PT Pindad, selain akan memenuhi kebutuhan sendiri, juga akan menawarkan tank jenis ini kepada pembeli mancanegara. Hal ini bertujuan agar produk alat utama sistem senjata buatan Indonesia semakin dikenal di luar negeri.

PT Pindad bersama mitranya asal Turki akan membuat skema penjualan bersama dengan pembagian wilayah pemasaran yang disepakati sebelumnya. Setelah itu, tentunya Pindad juga akan melakukan pengembangan lebih lanjut dan mungkin juga mendisain tank yang 100% merupakan desain Pindad.

Setiap langkah pengembangan tank ini tentunya harus kita apresiasi dan dukung dengan maksimal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here