Senjata dan Tank Pindad Diminati Nigeria hingga Namibia – GarudaMiliter.com. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku bangga dengan hasil Trade Expo Indonesia (TEI) selama ini. Hal tersebut karena tindak lanjut dari sejumlah pengusaha mancanegara yang berencana mengunjungi sejumlah produsen di dalam negeri, seperti PT Pindad di Bandung, Jawa Barat. Kunjungan ke PINDAD tersebut terutama untuk melihat lebih dekat proses produksi senjata dan tank Pindad yang diproduksi di Bandung.

Ada tiga negara yang bekunjung ke Bandung, Nigeria, Yordania, dan Namibia. Untuk melihat pabrik alusista kita seperi Anoa, Panser, dan berbagai alat persenjataan yang tidak kalah dari negara lain,” ujar Enggartiasto.

Lanjut pria yang akrab disapa Enggar ini, ketiga negara tersebut tengah menjajaki pembelian tank dan senjata. Melalui hal seperti ini, capaian transaksi TEI  akan melampaui catatan transaksi TEI pada penutupan hari ini sebesar USD 974,76 juta.

Nilai ini diyakini akan terus meningkat meskipun TEI ditutup hari ini. Rangkaian proses transaksi yang dilakukan selama TEI terus berlanjut dengan adanya sebagian buyer yang akan melakukan kunjungan ke produsen di beberapa daerah,” ujarnya.

Seperti diketahui, pameran perdagangan berskala internasional Trade Expo Indonesia (TEI)  di tutup dengan angka transaksi yang sangat memuaskan, yaitu mencapai USD 974,76 juta. Nilai transaksi ini naik 7,2 persen dibandingkan tahun lalu sebesar USD 909 juta.

Senjata dan tank Pindad yang ditawarkan ke mancanegara antara lain pistol mitraliur yang sudah dibeli oleh Timor Leste, senapan SS1 yang sudah dibeli oleh Kamboja, senapan SS2, senapan mesin ringan, Anoa hingga tank medium hasil kerja sama dengan pihak Turki.

Pihak Pindad sendiri berharap bahwa pihak perbankan Indonesia bersedia memberikan fasilitas pembiayaan berupa kredit, baik kredit ekspor yang dijamin pemerintah maupun kredit komersial perbankan, bagi negara negara yang berminat untuk membeli senjata dan tank Pindad ini.

Dengan demikian maka produk Pindad akan semakin menarik bagi negara negara calon konsumen. Pola pembiayaan dengan kredit ini sudah lumrah dilakukan oleh negara negara besar produsen alutsista kelas dunia lainnya.

Pemerintah pun juga diminta mempermudah proses ijin dan lisensi ekspor persenjataan buatan PT Pindad ke luar negeri.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here