Amerika Waspada, Kapal Perang Rusia Berkunjung Ke Kuba
Amerika Waspada, Kapal Perang Rusia Berkunjung Ke Kuba

Amerika Waspada, Kapal Perang Rusia Berkunjung Ke Kuba – GarudaMiliter.com. Pejabat pertahanan Amerika dibuat waspada oleh kedatangan kapal perang Rusia di perairan benua Amerika, Senin 24 Juni 2019 yang lalu. Kewaspadaan ini mengingatkan kita akan masa masa Krisis Rudal Kuba (Cuban Missile Crisis), di era 60-an dulu, saat saat dimana dunia nyaris jatuh dalam peperangan nuklir.

Admiral Gorshkov, salah satu kapal perang terbaru Angkatan Laut Rusia berlabuh di pelabuhan ibu kota Kuba Havana dalam suatu kunjungan resmi. Kapal ini dipersenjatai dengan rudal jelajah, rudal anti kapal dan rudal pertahanan udara yang canggih, dimana rudal jelajahnya, jika diluncurkan dari pelabuhan Havana, bisa mencapai daratan Amerika Serikat dalam waktu 6 menit saja.

Admiral Gorshkov, salah satu kapal perang terbaru Angkatan Laut Rusia berlabuh di pelabuhan ibu kota Kuba Havana dalam suatu kunjungan resmi
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
  • Gmail
  • Tumblr
  • Blogger
Admiral Gorshkov, salah satu kapal perang terbaru Angkatan Laut Rusia berlabuh di pelabuhan ibu kota Kuba Havana dalam suatu kunjungan resmi

Tentu saja, Amerika Serikat tidak tinggal diam. Angkatan Laut Amerika Serikat telah memerintahkan armadanya untuk membayangi kapal perang Rusia tersebut dari jarak beberapa kilometer, semenjak kapal perang Rusia tersebut memasuki perairan benua Amerika. Hal ini mirip dengan situasi Krisis Kuba di tahun 1962, dimana kapal kapal angkut dan kapal kapal perang Uni Soviet yang menuju Kuba dibayangi dan akhirnya dipaksa berputar balik oleh armada kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat.

Presiden Putin yang akhir akhir ini dalam hubungan yang hangat-cenderung-memanas dengan Presiden Trump mungkin ingin bernostalgia dengan suasana tahun 60-an tersebut, sekaligus mengingatkan Amerika bahwa Rusia masih bisa mengirimkan kapal perang ke wilayah wilayah yang menjadi area of influence tradisional Rusia. Semacam permainan klasik antara dua rival lama.

Admiral Gorshkov, salah satu kapal perang terbaru Angkatan Laut Rusia berlabuh di pelabuhan ibu kota Kuba Havana dalam suatu kunjungan resmi
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
  • Gmail
  • Tumblr
  • Blogger
Admiral Gorshkov, salah satu kapal perang terbaru Angkatan Laut Rusia berlabuh di pelabuhan ibu kota Kuba Havana dalam suatu kunjungan resmi

Walaupun sebenarnya beberapa kapal perang Rusia pernah juga berlabuh di Havana dalam beberapa dekade terakhir ini, namun pengiriman kapal perang Admiral Gorshkov ini merupakan hal yang penting, mengingat kapal perang yang biasanya dikirim adalah kapal perang lawas lungsuran Uni Soviet sedangkan Admiral Gorshkov ini merupakan salah satu kapal perang tercanggih Rusia. Presiden Putin tampaknya sengaja melakukan show of force terhadap Amerika Serikat.

Tentu saja juga dengan begitu Putin akan menantang reaksi Amerika Serikat. Sehingga saat ini, bola ada di tangan Presiden Trump untuk menunjukan reaksi apa atas pengiriman kapal perang Rusia ini. Presiden Putin sendiri, seiring dengan perbaikan ekonomi Rusia pasca pecahnya Uni Soviet, makin sering melakukan pengiriman armada patroli rutin ke seluruh dunia, termasuk ke Kuba.

Sejak revolusi Fidel Castro di tahun 1959, Kuba selalu berlawanan dengan Amerika Serikat, dengan Amerika sendiri berulangkali gagal melakukan destabilisasi di Kuba. Bagi Amerika sendiri, sebenarnya ancaman Kuba sudah sangat menurun, dibandingkan katakanlah dengan ancaman Korea Utara. apalagi setelah runtuhnya Uni Soviet di awal 90-an dan ditambah wafatnya Fidel Castro di tahun 2016. Namun, Putin bisa merubah semuanya.

Rusia, setelah bubarnya Uni Soviet, baru melakukan kunjungan kapal perang ke Kuba kembali di tahun 2008. 18 tahun setelah bubarnya Uni Soviet. Per tahun 2015, sudah ada 5 kali kunjungan kapal perang Rusia ke Havana. Dan perkembangan lebih lanjut terjadi di tahun 2018, ketika untuk pertama kalinya sebuah kapal intelijen canggih Rusia, Victor Leonev berkunjung ke Havana.

Rusia sendiri, masih punya tanah luas eks pangkalan militer Uni Soviet di Kuba. Jika Presiden Putin mengaktifkan pangkalan militer ini kembali, dijamin, Kuba akan kembali menjadi duri bagi Amerika Serikat.

 

 

23 COMMENTS

  1. Menurut ane itu hanya kunjungan persahabatan antara russia-kuba,pihak amerikanya saja yang kebakaran jenggot.secara tak langsung amerika takut,kuba akan dijadikan basis rudal nuklir russia seperti era uni sovyet dulu,

  2. bisa terjadi krisis kuba the sequel.. rudal rusia di kuba mampu nyampe amerika dalam tempo 6menit.. ini sulit dicegat krn tempo terlalu pendek utk menyiapkan peluncuran anti rudal pencegat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here