Trump Berencana Tarik 7.000 Serdadu Dari Afghanistan

USA, GarudaMiliter.comTrump Berencana Tarik 7.000 Serdadu Dari Afghanistan. Hal ini disebut oleh sejumlah laporan media di Amerika Serikat.

Mereka menyebut ada beberapa pejabat yang identitasnya tidak mau disebutkan, mengatakan bahwa sekitar 7.000 serdadu yang merupakan setengah dari seluruh jumlah tentara AS di Afghanistan akan dipulangkan dalam beberapa bulan yang akan datang. Namun dalam hal ini tidak ada pejabat Kementrian Pertahanan AS yang konfirmasi secara terang-terangan.

Laporan bermula setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penarikan mundur pasukan AS di Suriah. Bersamaan pada Kamis (20/12), Menteri Pertahanan Jim Mattis mengumumkan pengunduran dirinya. Dia menilai bahwa dirinya mempunyai pandangan berbeda dengan presiden. Namun tidak secara jelas bahwa hal tersebut dikarenakan penarikan pasukan sebagai alasannya.

Trump Berencana Tarik 7.000 Serdadu Dari Afghanistan
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
  • Gmail
  • Tumblr
  • Blogger

Menurut rekam jejak, Pasukan AS telah ditempatkan di Afghanistan sejak 2001. Bermula ketika Taliban menguasai Afghanistan dan menolak menyerahkan pimpinan Al-Qaeda, Osama Bin Laden yang mengklaim penanggung jawab atas serangan 11 September. Maka dari itu Presiden George W Bush kemudian membentuk Operasi militer untuk menemukan Osama bin Laden.

Akhirnya Osama ditemukan dan dibunuh di Pakistan pada 2011 dan operasi militer di Afghanistan berakhir tahun 2014. Namun sejak itu Taliban kembali berkuasa sehingga pasukan AS bertahan unutk menjaga keamanan Afghanistan.

September 2017, Trump mengumumkan akan mengirim 3.000 serdadu tambahan, dan hal ini berbeda dengan janji yang sudah dibuat untuk mempertahankan pasukan AS sampai batas waktu yang tak tertentu.

Rencana penarikan serdadu ditentang semua pihak menurut laporan harian Washington Post, beberapa diantaranya ialah Kepala Staf Gedung Putih, John Kelly dan penasehat keamanan nasional, John Bolton.

Lindsay Graham selaku Senator Republik, merilis cuitan akan penarikan mundur pasukan tersebut. Beliau menuturkan hal ini merupakan “strategi beresiko tinggi” yang hanya bisa membalikkan kemajuan AS di kawasan tersebut.

Karena hal tersebut bisa membuka jalan untuk terciptanya “9/11 kedua dan ada celah Negara Islam (ISIS) bangkit kembali.

Ikuti terus Berita Militer Terbaru di GarudaMiliter.com, selaku penyedia informasi Militer Terkini dan Terupdate.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here