Filipina Inginkan Rudal Brahmos, Perkuat Diri Lawan China?

0
318
Filipina Inginkan Rudal Brahmos, Perkuat Diri Lawan China?
Filipina Inginkan Rudal Brahmos, Perkuat Diri Lawan China?

Filipina Inginkan Rudal Brahmos, Perkuat Diri Lawan China? – GarudaMiliter.com – Angkatan Darat Filipina bersama Angkatan Laut Filipina dikabarkan sedang menginginkan mengakuisisi rudal anti kapal buatan India, Brahmos.

Dikabarkan oleh pemerhati militer Filipina MaxDefense, Angkatan Darat Filipina sedang menginginkan akuisisi paling tidak dua baterai rudal Brahmos dari India dalam proyek modernisasi bernama Land-based Missile System Acquisition Project.

Selain itu, Angkatan Laut Filipina juga mempunyai program modernisasi yang serupa bernama Shore-based Anti-ship Missile System Acquisition Project. Angkatan Laut Filipina menginginkan akuisisi 3 baterai rudal Brahmos tersebut.

BACA JUGA :  Bloomberg: kapal induk terbaru Amerika Gerald Ford ditemukan kesalahan

Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana dalam wawancara yang dilakukan pada akhir tahun 2019 yang lalu mengatakan bahwa kemungkinan kontrak pengadaan rudal Brahmos untuk Filipina akan dilakukan pada pertengahan tahun 2020. Namun, belum jelas apakah proses kontrak ini akan terus dilanjutkan mengingat pandemi COVID19 telah merubah banyak hal termasuk anggaran belanja pertahanan banyak negara.

Kepemilikan Brahmos berbasis darat bagi Angkatan Bersenjata Filipina tentu akan meningkatkan kemampuan strategi anti akses Filipina pada perairan yuridiksi teritorialnya, terutama pada wilayah wilayah yang memiliki klaim tumpang tindih dengan negara negara tetangganya, terutama China.

BACA JUGA :  Anggaran Pertahanan Perlu Ditambah

Brahmos sendiri merupakan rudal anti kapal buatan India. Rudal ini dibuat berdasarkan rudal P-800 Oniks buatan Rusia. Rudal berkecepatan lebihdari 3 kali kecepatan suara ini mulai dibangun India sejak awal era 2000-an. Rudal ini mampu menghajar target target bergerak di tengah laut sejauh 300 kilometer untuk versi eksport dan 500 kilometer untuk versi dalam negeri. Pembatasan versi eksport dilakukan karena India merupakan anggota rezim MTCR.

Selain versi rudal Brahmos berpeluncur darat, India juga menjual rudal Brahmos yang diluncurkan dari kapal laut maupun dari pesawat tempur. Namun nampaknya jika Angkatan Udadara Filipina juga menginginkan Brahmos seperti halnya Angkatan Darat dan ANgkatan Lautnya, Filipina harus membeli pesawat tempur yang ukurannya lebih besar dari pesawat tempur utama mereka yang sekarang, FA-50 Golden Eagle buatan Korea Selatan. Hingga saat ini, Air-Launched Brahmos baru bisa diluncurkan dari pesawat tempur Sukhoi Su-30MKI milik Angkatan Udara India.

BACA JUGA :  Amunisi Kelas Baru Akan Hadir di Rusia Dua-tiga Tahun lagi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here