Korea Utara menembakkan rudal balistik ke Laut Timur

0
639
Korea Utara menembakkan rudal balistik ke Laut Timur
©  EPA / Jeon Heon-Kyun

Korea Utara meluncurkan rudal balistik lagi pada hari Selasa, hanya beberapa hari setelah para pemimpin Korea Selatan dan Amerika Serikat sepakat untuk membiarkan pintu terbuka untuk dialog dengan negara tersebut.

“Korut menembakkan rudal balistik yang tidak diketahui ke Laut Timur dari sekitar Banghyon, Provinsi Pyongan Utara, sekitar pukul 09:40,” kata Kepala Staf Gabungan (JCS). “Rudal itu terbang lebih dari 930 kilometer.”

Presiden Moon Jae-in memimpin sebuah sidang Dewan Keamanan Nasional untuk membahas uji coba rudal Utara, yang kedua dalam waktu kurang dari sebulan.

Militer AS mencirikannya sebagai rudal “darat berbasis, jarak menengah”, mengatakan bahwa hal itu dilacak selama 37 menit sebelum jatuh ke Laut Timur.

BACA JUGA :  Rusia membahas pengiriman Su-35 Indonesia kemungkinan secara kredit

“Perintah Pertahanan Luar Angkasa Amerika Utara (NORAD) menilai peluncuran rudal dari Korea Utara tidak menimbulkan ancaman bagi Amerika Utara,” kata Komando Pasifik yang berbasis di Hawaii dalam sebuah pernyataan. “Kami terus memantau tindakan Korea Utara secara ketat.”

Koleganya Roh Jae-cheon, juru bicara JCS, mengatakan Korea Selatan dan AS sedang menganalisa apogee rudal dan rincian lainnya.

“Militer kita sedang mempersiapkan kesiapan penuh melawan kemungkinan provokasi tambahan Korea Utara,” katanya kepada wartawan.

Media Jepang melaporkan bahwa rudal tersebut mungkin telah mendarat di zona ekonomi eksklusif Jepang (ZEE).

BACA JUGA :  Angkatan Udara Irak menghantam posisi ISIS di Suriah

Seorang pakar AS mengatakan bahwa rudal itu bisa sampai di Alaska jika diluncurkan secara normal.

“Dengan perkiraan jarak 950 km, waktu penerbangan 37 menit maka akan mencapai ketinggian maksimum lebih dari 2.800 km,” kata David Wright, co-director the Union of Concerned Scientists, di situsnya. “Jadi jika laporannya benar, rudal yang sama bisa mencapai kisaran maksimum sekitar 6.700 km dengan lintasan standar.”

Dalam pembicaraan dengan Moon di Washington, DC pekan lalu, Presiden AS Donald Trump menyatakan dukungan untuk dorongan presiden Korea Selatan untuk memperbaiki hubungan antar-Korea.

BACA JUGA :  Oerlikon Skyshield MK2 Beraksi di Natuna

Mereka juga menekankan bahwa pintu dialog dengan Korea Utara tetap terbuka “dalam situasi yang tepat.”

Korut menembakkan empat rudal jelajah dari darat ke kapal dari pantai timur pada tanggal 8 Juni menyusul peluncuran rudal balistik tipe Scud dari area sekitar sekitar seminggu sebelumnya.

Peluncuran terbaru terjadi saat presiden Korsel berencana berangkat ke Jerman untuk menghadiri KTT Kelompok 20, di mana dia dijadwalkan mengadakan pertemuan trilateral dengan Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Korea Utara rupanya melakukan diversifikasi persediaan rudal dan lokasi peluncuran juga untuk menyembunyikan pengujiannya sampai menit terakhir.

(yonhap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here