Awas Israel: Setelah 9 Bulan, Rudal S300 Suriah Sudah Operasional di Masyaf
Awas Israel: Setelah 9 Bulan, Rudal S300 Suriah Sudah Operasional di Masyaf

Awas Israel: Setelah 9 Bulan, Rudal S-300 Suriah Akhirnya Operasional di Masyaf – GarudaMiliter.com. Foto satelit terbaru, tertanggal 30 Juni 2019 memperlihatkan bahwa satu baterai S300 milik Suriah sudah dalam kondisi operasional di wilayah Masyaf. Foto satelit tersebut memperlihatkan secara jelas empat unit kendaraan peluncur rudal (TEL : Transporter Erector Launcher) sudah menegakkan semua tabung peluncur rudalnya, salah satu petunjuk bahwa sistem rudal pertahanan udara tersebut sudah operasional dan dalam kondisi yang siap siaga.

Baterai rudal berisi empat peluncur tersebut juga dilengkapi dengan dua buat kendaraan pembawa radar, satu tracking radar dan satu early warning radar.

Awas Israel: Setelah 9 Bulan, Rudal S300 Suriah Sudah Operasional di Masyaf
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
  • Gmail
  • Tumblr
  • Blogger
Awas Israel: Setelah 9 Bulan, Rudal S300 Suriah Sudah Operasional di Masyaf

Masyaf adalah wilayah yang terletak di sebelah timur Suriah. Masyaf termasuk dalam provinsi Hama. Wilayah ini berbatasan langsung dengan daerah Lebanon. Wilayah udara Lebanon sendiri selama ini diketahui sangat sering sekali menjadi tempat pesawat pesawat tempur Israel meluncurkan ratusan serangan rudal dan bom pintar ke wilayah Suriah, dengan alasan menghancurkan kekuatan Iran dan proxynya.

Lebanon sendiri, yang angkatan udaranya sama sekali tidak efektif dalam menghambat aktifitas Israel diatas wilayah ruang udaranya. Inventorinya hanya diisi dengan 6 unit Supertucano dan Cessna 208 yang dimodifikasi serta sejumlah helikopter. Sedang sistem pertahanan udaranya hanya dilengkapi dengan rudal shorad dan meriam 20mm.

Dengan menempatkan S-300 di wilayah perbatasan Lebanon, tampaknya Suriah ingin membuat seluruh wilayah udara Lebanon berada dalam liputan radar dan jarak tembak rudal S-300 Suriah tersebut. Istilah bekennya adalah anti access/ area denial. Diharapkan, dengan adanya sistem S-300 yang mampu meliput seluruh Lebanon, Angkatan Udara Israel akan paham bahwa beroperasi diatas Lebanon dan Suriah memiliki resiko sangat tinggi dan kemudian menghentikan tindakan ofensifnya di Suriah. Sesuatu yang tampaknya sulit dilakukan oleh Israel.

Suriah memutuskan membeli 6 baterai rudal pertahanan udara S-300 dari Rusia pada tahun 2010. Namun, atas desakan Israel, kemudian Rusia membekukan penjualan tersebut, walaupun dana sudah masuk ke Rusia. Rusia hanya bersedia mensuplai sistem pertahanan udara jarak menengah Pantsir S1. Dengan demikian, membuat Suriah terpaksa masih mengandalkan rudal pertahanan udara jarak jauh jadul semacam S-125 dan S-200.

Namun semua berubah, di bulan September 2018. Pada saat melancarkan serangan rudal dari atas laut Tengah ke sasaran di Suriah, F-16 Israel dikatakan Rusia telah melakukan manuver yang membuat sebuah pesawat pengumpul intelijen milik Rusia tertembak jatuh oleh sistem rudal pertahanan S-200 Suriah.

Tak lama setelah kejadian tersebut Rusia memutuskan untuk meningkatkan kapabilitas pertahanan udara Suriah dengan mengirimkan sistem rudal S-300 yang dahulu Rusia tolak untuk berikan ke Suriah.

Rusia telah mengirim sistem S-300 ke Suriah untuk dioperasikan oleh tentara Suriah sejak bulan Oktober 2018, dan langsung memberikan pelatihan operasional kepada tentara Suriah yang sebelumnya memang sudah fasih mengoperasikan sistem pertahanan udara buatan Rusia seperti Pantsir, Buk, Osa, Kub, Pechora dan S-200 yang pernah berhasil menjatuhkan F-16 Israel.

Namun walaupun begitu, nyaris setiap bulan Israel masih tetap saja melakukan serangan serangan udara ke target target yang dikatakan dimiliki oleh Iran atau terkait dengan afiliasi Iran. Selama serangan serangan tersebut, yang biasanya dilakukan Israek dengan meluncurkan rudal dan bom pintar dari atas Lebanon, Suriah berhasil menangkis sebagian rudal dan bom dengan rudal pertahanan jarak menengah Pantsir S1 miliknya, tetapi nyaris tidak pernah bisa menjangkau dan menembak pesawat tempur yang menembakkan rudal tersebut.

Oleh sebab itu, kabar sudah operasionalnya S-300 Suriah sembilan bulan setelah pengirimannya ini menjadi menarik. Pertama untuk melihat bagaimana reaksi Israel apakah tetap setia dengan misinya yang meluncurkan serangan serangan ke Suriah. Kedua untuk melihat bagaimana efektifitas sistem S-300 Suriah ini melawan pesawat pesawat Israel mulai dari F-16, F-15 hingga F-35.

Mari kita tunggu aksinya.

7 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here