Lebih dari 100 orang penyelidik Kejaksaan dikirimkan ke markas besar perusahaaan KAI (Korean Aerospace Industries) yang terletak di Sacheon, Propinsi Gyeongsang Selatan untuk melakukan penggrebekan dan mengumpulkan bukti-bukti terkait tuduhan pembengkakan anggaran untuk riset dan pengembangan.

KAI sendiri memang ditugaskan pemerintah Korea Selatan melalui DAPA untuk mengembangkan sejumlah proyek prestisius, seperti pesawat tempur KFX yang dibuat melalui skema kerjasama dengan pemerintah Indonesia. KAI sendiri juga menjadi elemen kunci dalam proyek pesawat tempur dan latih seperti T-50 dan F/A-50.

BACA JUGA :  F16 TNI AU ikut Meriahkan perayaan 50 tahun Kerjasama Pertahanan Indonesia-Singapura

Sejumlah dokumen, hard disk komputer, laptop, sampai dengan ponsel para pejabat KAI disita untuk diperiksa. Kejaksaan Distrik Sentral Seoul menduga bahwa para pejabat KAI memperoleh keuntungan tidak wajar melalui modus menggelembungkan pengeluaran pada saat pengerjaan proyek pengembangan helikopter Surion dan jet latih T-50.

Langkah tegas pemeriksaan atas hubungan industrial-militer ini merupakan salah satu realisasi dari janji nyata kampanye Presiden Moon Jae-In yang berjanji untuk membereskan ketidakwajaran pada proses riset dan pengadaan alutsista, setelah Presiden sebelumnya dimakzulkan karena korupsi.

BACA JUGA :  Gadis-gadis ini akan muncul di kemudi pesawat militer

Sebagai akibat dari penggrebekan ini, saham KAI jatuh dalam penutupan perdagangan di hari Jumat. Saham KAI turun 5,6% menjadi 57.600 won per lembar sementara indeks saham gabungan Kospi sendiri ditutup naik. Peristiwa ini sekaligus menjadi noktah hitam bagi catatan prestasi KAI yang baru saja mencatatkan penjualan 8 pesawat jet latih T-50 ke Thailand senilai US$258 Juta.
Sumber

ARTIKEL MENARIK LAINNYA UNTUK ANDA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here