Meriam artileri KH 178 TNI AD produk Korea Selatan [TNI AD]

Dibandingkan dengan sistem LG1 MkII yang sudah diadopsi terlebih dahulu, LG-1 MkIII membawa sejumlah penyempurnaan, di antaranya berkurangnya jumlah prajurit yang harus mengawaki meriam, dari tujuh orang menjadi lima orang, dan sistem digitalisasi sistem bidik dan komunikasi antar baterai.

LG1 sendiri didesain sebagai sistem yang sangat portabel. Dalam konfigurasi transpor, antara kaki-kaki penstabil dan laras kanon yang bisa diputar 180 derajat membentuk satu bidang yang berukuran kompak dan masuk dalam palet standar NATO.

BACA JUGA :  [Dunia] Korvet Siluman Myanmar

Selain cukup ditarik oleh rantis 4×4, meriam howitzer berbobot 1,5 ton ini bisa dibawa dengan helikopter sekelas Bell 412SP/EP yang dimiliki oleh Penerbad TNI AD, atau bahkan diterjunkan dengan menggunakan parasut dengan palet standar NATO. Nexter sebagai pabriknya mengklaim bahwa LG1 MkIII merupakan sistem howitzer tarik 105mm paling ringan di dunia.

Kemampuan tembaknya pun tergolong tinggi, mencapai 12 butir peluru 105mm per menitnya. Jarak jangkaunya bisa mencapai 15 atau 17 kilometer, dengan catatan menggunakan munisi khusus buatan Nexter yaitu tipe Base Bleed OE LP G3 atau HE BB ER G3. Dengan amunisi standar, jarak jangkaunya mencapai 10 sampai dengan 11 kilometer.

BACA JUGA :  Kontrak Missile TNI AU dari Russia Tahun 2012-2014

Total Nexter memiliki lima jenis amunisi untuk LG1, tetapi meriam ini kompatibel dengan berbagai amunisi 105mm dari berbagai produsen. Maklum saja, TNI AD tercatat membeli amunisi 105mm howitzer dengan lebih dari 3 pemasok dari berbagai negara.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA UNTUK ANDA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here