kontrak untuk pasokan kapal selam Indonesia di Proyek 636 "On the track"
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
  • Gmail
  • Tumblr
  • Blogger
© RIA Novosti / Alexey Danichev

Indonesia, Filipina dan Thailand menunjukkan peningkatan minat untuk membeli kapal selam Proyek 636, sebuah kontrak untuk pasokan kapal selam Indonesia ini “On the track,” kata Vladimir Kozhin, pembantu presiden untuk kerja sama teknik militer, pada hari Kamis .

“Kapal selam Proyek 636 adalah yang paling banyak dituntut saat ini, dan Filipina, Indonesia dan Thailand menunjukkan ketertarikan terhadapnya, dengan Indonesia kontraknya sedang dalam perjalanan,” katanya di Pameran Pertahanan Maritim Internasional di St. Petersburg dari bulan Juni 28 sampai 2 Juli. dikutip dari laman ria novoski.

Kapal selam versi Project 636 dilengkapi dengan pembaharuan sonar MGK-400EM, dengan MG-519EM Pembaharuan sonar ini dapat membuat jumlah operator berkurang dengan alat yang sama.

Kapal selam pertama kelas Kilo untuk Angkatan Laut Uni Soviet beroperasi pada tahun 1980. Angkatan Laut Rusia masih memiliki kapal selam jenis ini, dan per tahun 2011 dilaporkan memiliki 17 buah kapal selam yang masih aktif.

Spesifikasi

Berat saat mengapung : 2.300-2.500 ton
Berat saat menyelam  : 3.000-4.000 ton
panjang : 70-74 meter
Lebar : 9.9 meter
Draft : 6:2-6,5 meter
Kecepatan saat mengapung : 10-12 knot
Kecepantan saat menyelam 17-25 knot
Sistem propulasi : Diesel elektrik
kedalaman maksimum : 300 Meter (operasional : 240-250 meter)
Ketahanan
400 mil ketika mengapung dengan kecepatan 3 knot
6000 mil ketika mengapung dengan kecepatan 7 knot (7500 kelas Improved kilo)
45 hari dilaut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here