Jika pada berita sebelumnya TNI AU akan membeli pesawat hercules alutsista lain yang akan diakuisisi adalah sistem pertahanan udara Oerlikon Skyshield sejumlah 11 Unit.

Yang rencananya akan ditempatkan yang di sejumlah titik khususnya di pangkalan-pangkalan udara yang dinilai strategis dan perlu.

“Juga akan menempatkan drone di Ranai maupun Tarakan yang mampu terbang hingga 2.000 kilometer, dan di situ fungsi serta tugas Paskhas diperlukan untuk menjaga,” ujarnya. Di samping itu, Hadi juga berupaya menambah radar TNI AU, baik radar aktif maupun radar pasif.

Pada peringatan HUT ke-70 ini, dimeriahkan pula dengan demo pembebasan sandera, demo serangan udara serta terjun payung dan tembak jarak dekat.

Paskhas TNI Angkatan Udara merupakan satu-satunya pasukan sejenis di Asia. Pasukan ini memiliki kemampuan tempur darat serta Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara Depan (OP3UD) yaitu merebut dan mempertahankan pangkalan, untuk selanjutnya menyiapkan pendaratan pesawat dan penerjunan pasukan kawan yang tidak dimiliki oleh pasukan lainnya.

BACA JUGA :  Menkeu turunkan anggaran pertahanan pada tahun 2018 menjadi 105,7 T

Tanggal 17 Oktober ditetapkan sebagai hari jadi Paskhas, sebagai peringatan operasi terjun payung pertama Angkatan Udara pada 17 Oktober 1947. Sebanyak 13 anggota AURI diterbangkan dari Pangkalan Udara Maguwo (kini Lanud Adisutjipto) dan diterjunkan di Kota Sambi (Kota Waringin), Kalimantan Tengah atas permintaan Gubernur Pangeran Muhammad Noor.

TNI AU Pengguna Pertama Skyshield 35 Mk-2

Suatu kebanggaan bagi TNI Angkatan Udara/TNI sebagai pengguna pertama senjata pertahanan udara Skyshield 35 mm MK-2 selain negara pembuatnya Swizeland, senjata ini dibuat tahun 2014 oleh pabrikan senjata Swiss Oerlikon Contraves Rheinmetall.

BACA JUGA :  [Video] Kompilasi Berita Indo Defence 2016

Skyshield 35 MK-2 (Skyshield Gun Missile) untuk memenuhi kebutuhan Paskhasau melengkapi satuan jajaran sebagai senjata pertahanan udara yang akan dioperasikan oleh Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) Paskhas.

Skyshield Gun Missile merupakan sistem pertahanan udara titik (Short  Range Air Defence/ SHORAD) mempunyai jangkauan peluru sejauh 4000m dengan kecepatan 1000 peluru/menit, dan jarak kecepatan amunisi rata-rata 1050 meter/detik, sedangkan maksimal magazen sebanyak 252 butir.

Sky Gun Misille memiliki amunisi AHEAD  (Advanced Hit Efficiency and Destruction) kaliber 35 mm yang dapat menyembur menjadi 202 butir dan membentuk semacam perisai (Metal Spin-stabilised Projectiles)setelah 4 detik ditembakan, sehingga kemungkinan target lolos dari sasaran peluru hanya 10%.

BACA JUGA :  Angkatan Laut Rusia berencana membangun kapal induk prospektif

Satu Firing Unit (FU) Skyshield Gun Misille terdiri dari dua unit meriam revolver kaliber 35 mm (1,38 inci), satu sistem sensor pengendali/radar dan pos komando secara terpisah, juga dilengkapi dengan dua rudal darat ke udara jenis Chiron buatan Korea Selatan yang sudah terintegrasi dengan Skyshield Gun Sistem sehingga membuat jangkauan radar lebih luas dan efektif, sehingga sekaligus mengembangkan pertahanan titik menjadi pertahanan wilayah/area.

Skyshield Gun Missile dapat ditempatkan dimana saja sesuai kebutuhan dengan sistem mobile dengan menggunakan empat  truk yang sudah dilengkapi dengan derek, masing-masing truk memuat satu pos command, dua meriam revolver 35 mm dan satu sistem sensor kendali/radar, sedangkan Chiron dapat ditempatkan hingga sejauh 5 km dari Pos Komando.

Sumber :
https://tni-au.mil.id
http://www.viva.co.id
http://www.pontianakpost.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here