Imbas Kesepakatan Nuklir Iran, Eropa Berada Di Posisi Sulit

0
143
Imbas Kesepakatan Nuklir Iran, Eropa Berada Di Posisi Sulit
Ilustrasi / Foto : Sindonews

Brussels, GarudaMiliter.comImbas Kesepakatan Nuklir Iran, Eropa Berada Di Posisi Sulit. Hal tersebut menyusul keputusan Iran untuk terus mengurangi komitmennya pada kesepatakan nuklir 2015.

Diketahui, konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) semakin meningkat, kondisi tersebut tentu mendorong bagi negara-negara di Eropa untuk bisa mengambil posisi.

Pasca serangan AS yang menewaskan Qassem Soleimani, Iran secara tegas mengumumkan akan mulai memperkaya uranium tanpa batasan.

Langkah tersebut terhitung melanggar kesepakatan yang sudah ditandatangani dengan AS, Inggris, Rusia, China, Prancis, dan Jerman.

Sedangkan Presiden AS, Donald Trump, sudah menarik diri dari kesepakatan tersebut pada tahun 2018, tiga kekuatan Eropa, yang dikenal dengan sebutan E3, sudah mencoba untuk menjaga kesepakatan tersebut tetap berlaku.

Meski pada kenyataannya Iran sudah secara bertahap menarik komitmen dari kesepakatan tersebut, tepatnya setelah AS menghentikan berbagai keringanan sanksi sejak 2018.

Dijelaskan oleh anggota Komite Hubungan Luar Negeri Jerman, Lobel, menyebut jika negara-negara E3 lainnya, seperti Prancis dan Inggris, masih berusaha memegang kesepakatan Iran tersebut.

“Jerman – dan saya dapat berbicara untuk negara-negara E3 lainnya, Prancis dan Inggris, masih tetap berpegang pada kesepakatan Iran. Karena itu adalah satu-satunya kesempatan untuk mencegah Iran membangun bom nuklir dan satu-satunya kesempatan untuk mendapatkan informasi tentang program nuklir Iran,” terang Löbel.

Sedangkan dari sisi Jessica Leyland, selaku Nalis Intelijen Senior untuk Timur Tengah dan Afrika Utara di AKE International. Menyebut jika tekanan dari administrasi Trump beserta kebutuhan Inggris akan dukungan AS pasca-Brexit kemungkinan akan menjadikan Inggris keluar dari kesepakatan tersebut.

“Prancis mungkin akan lebih berkomitmen untuk mempertahankan kesepakatan mengingat hubungan historis mereka dengan Iran sebelum revolusi, tetapi ketika Jerman semakin memberikan sanksi terhadap operasi Hizbullah, toleransi terhadap dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok semacam itu berkurang, dan penarikan dari JCPOA menjadi lebih mungkin,” papar Leyland.

Ikuti perkembangan Berita Militer Iran hanya di GarudaMiliter.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here