Di Somalia, 20 orang tewas sebagai akibat serangan teroris

0
490
Di Somalia, 20 orang tewas sebagai akibat serangan teroris

GarudaMiliter.com – Setidaknya 20 orang tewas, 17 luka-luka dalam ledakan empat mobil di ibukota Somalia, Mogadishu, Associated Press melaporkan, mengutip polisi.

Sebelumnya dilaporkan bahwa sedikitnya 17 orang tewas akibat bom bunuh diri di dekat hotel di Sahafi Hotel Somalia di Mogadishu.

Menurut agensi, setelah tiga ledakan terjadi di dekat hotel, para dokter tiba di tempat kejadian untuk menyelamatkan yang terluka, dan ledakan keempat terjadi. Kapten polisi Mohamed Hussein mengatakan Hotel Sahafi terletak di dekat Departemen Investigasi Kriminal Kepolisian Somalia.

BACA JUGA :  AL AS menemukan jasad semua pelaut yang hilang dari kapal perusak "John McCain"

Pasukan keamanan mengeliminasi empat militan yang mencoba memasuki hotel melalui lubang yang dibentuk oleh ledakan itu. “Meskipun mereka tidak berhasil masuk ke hotel, banyak orang meninggal karena ledakan di luar temboknya,” kata Hussein.

Menurut agensi itu, kelompok ekstremis Al-Shabab mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu.

Sebelumnya Menhan Indonesia mengatakan Indonesia merupakan penyumbang terbanyak untuk anggota teroris ISIS dari ASIA tenggara, 700 dari 800 anggota ISIS dari ASIA tenggara berasal dari Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Ryamizard saat memberi sambutan dalam acara seminar Indo Defence. Seminar itu bertajuk ‘Ensuring Regional Stability through Cooperation on Counter Terrorism’ di JIExpo, Kemayoran.

BACA JUGA :  [Foto] MBT Leopard 2RI

Dalam acara seminar itu, ia menyebut ada 700 orang bodoh dari Indonesia yang bergabung dengan ISIS. Ia menyebut baru-baru ini ada sekitar 70 personel ISIS asal Indonesia yang ditangkap di Filipina.

“Kemarin kalau nggak salah ada 70 orang Indonesia yang ditangkap di Filipina,” kata Ryamizard.

Ia juga menyoroti aksi kelompok ISIS yang terus mengubah-ubah strategi agar tidak terlacak oleh pihak kepolisian. Ia mencontohkan kasus bom di Surabaya yang terjadi beberapa bulan lalu.

“Bahwa operasi terus berubah agar tidak mudah dideteksi oleh aparat keamanan. Seperti yang terjadi di Indonesia kelompok ISIS gunakan modus baru dengan satu keluarga yang terjadi di Surabaya. Sekali lagi, mereka bukan Islam. Saya malu kita jadi dicurigai karena Islam. Kita harus berantas teroris itu,” ungkap Ryamizard.

BACA JUGA :  Pengamat : bagaimana Rusia dan China dapat menghancurkan kapal induk AS

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here