Indonesia akan membicarakan pembelian BT-3F dengan Rusia

0
1049

Rusia dengan Indonesia sedang dalam pembicaraan untuk pasokan kendaraan lapis baja pengangkut personel amfibi (APC) BT-3F,  Sergey Goreslavsky Deputy General Direktur “Rosoboronexport” (ROE), mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa selama pameran BIDEC-2017, ia adalah yang mengepalai delegasi pada pameran senjata ini.

Goreslavsky mencatat bahwa pada awalnya pihak Indonesia mengangkat isu penggandaan armada kendaraan tempur infanteri armada BMP-3F Rusia.

Diasumsikan bahwa perundingan akan diadakan saat kunjungan delegasi Indonesia ke forum teknis militer “Army-2017”.

Sebelumnya di beberapa media, informasi yang dipublikasikan, dimana Indonesia bermaksud untuk menghentikan pembelian BTR-4 produksi Ukraina.

BT-3F adalah pengangkut personel lapis baja Rusia yang baru. Pembangunannya dimulai pada tahun 2010. Dan diperkenalkan untuk pertama kali ditahun 2016, saat pergelaran forum militer”Army-2017.

BACA JUGA :  Kabar kontrak untuk Su-35 Indonesia dari Rusia

Didasarkan pada kendaraan tempur infanteri BMP-3F dengan kemampuan amfibi yang lebih baik. Tidak memiliki menara seperti BMP-3F, namun memiliki struktur yang tinggi, serupa dengan kendaraan kontrol artileri 1V172-2.

BT-3F ditujukan untuk unit infanteri angkatan laut Rusia. Setelah beroperasi, sebagian bisa menggantikan armada pengangkut personel lapis baja BTR-80 series 8×8, yang digunakan oleh unit infanteri angkatan laut Rusia. Awak BT-3F adalah tiga orang, dan mampu mengangkut 14 personel.

BT-3F dapat diluncurkan di laut dari kapal perang, peran utamanya adalah mengantarkan marinir dari kapal ke pantai di bawah perlindungan armor. BT-3F juga dimaksudkan untuk menjadi ujung tombak pantai dan mengamankan garis pantai untuk pasukan yang sedang berlangsung.

Begitu berada di darat, BT-3F dapat digunakan untuk berpatroli, menjaga pos pemeriksaan, dan membawa pasukan dan memasok lebih jauh ke daratan. Dalam konsep ini mirip dengan BTR-50P  Soviet yang menua, atau pengangkut personel lapis baja amfibi AS AAV7. Namun BT-3F adalah kendaraan yang lebih kecil, yang menampung lebih sedikit penumpang.

BACA JUGA :  Terbang malam memeiliki resiko yang tinggi

BT-3F memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan pengangkut personel lapis baja BTR-80 series saat ini, yang saat ini digunakan oleh marinir Rusia. Ini jauh lebih terlindungi, bisa membawa dua kali lebih banyak pasukan dan memiliki mobilitas off-road yang lebih baik.

Di bagian atap kendaraan tempur ini terdapat modul tempur yang dikendalikan jarak jauh dengan senapan mesin 7,62 mm, sistem senjata juga dilengkapi dengan equipped with television / infrared imaging sight dan sebuah laser rangefinder untuk  reconnaissance, surveillance dan akuisi target.

BACA JUGA :  Militer Rusia menggunakan tank T-72B3 versi terbaru dalam latihan "West-2017"

Sebuah mesin diesel dengan kapasitas 500 tenaga kuda memungkinkan untuk mengembangkan kecepatan hingga 70 kilometer per jam didarat, dan mengapung – hingga 10 kilometer per jam, seperti diberitakan laman RIA Novosti 17/10/2017.

Negara asal Rusia
Kru 3 orang
Personil 14 orang

Dimensi dan berat
Berat 18,5 t
Panjang 7 m
Lebar 3.3 m
Tinggi 3 m

Persenjataan
Senapan mesin 3 x 7,62 mm

Mobilitas
Mesin diesel UTD-29
Tenaga mesin 500 hp
Kecepatan di jalan darat maksimal 70 km / jam
Kecepatan amfibi dipermukaan air 10 km / jam
Jarak tempuh 600 km

Manuver
Gradien 60%
Kemiringan sisi 30%
Langkah vertikal 0,8 m

Foto : Kementerian Pertahanan Rusia
Bahan Refrensi:
https://ria.ru/defense_safety/20171017/1506999974.html
http://military-today.com/
http://www.army-technology.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here