Pada Tahun 2020 Angkatan Udara Rusia akan dapat sepenuhnya mengantikan pesawat pembom SU-24 yang sudah ketinggalan jaman dengan pembom generasi yang lebih maju pembom empur garis depan SU-34. Tanggal 16 oktober 2017 seperti diberitakan laman berita TASS, bahwa perusahaan Sukhoi telah mengirimkan pesawat pembom tersebut ke Kementerian Pertahanan Federasi Rusia.

“Saat ini, Perusahaan Sukhoi telah memingirim batch kedua pengebom garis depan Su-34 ke Kementerian Pertahanan Federasi Rusia dalam rangka tatanan pertahanan negara tahun 2017. Pesawat lepas landas dari lapangan terbang Novosibirsk Aviation Plant yang dijuluki VP Chkalov dan menuju lokasi-lokasi” layanan pers Perusahaan Sukhoi menginformasikan.

BACA JUGA :  Putin: Rusia akan membangun potensi militernya untuk melindungi kemungkinan agresor

Sampai saat ini, Sukhoi telah menerima pesanan lebih dari seratus pembom garis depan Su-34. Pesanan pertama untuk 32 pesawat Su-34 diterima pada tahun 2008, yang kedua (untuk 92 pesawat) pada tahun 2012. Penandatanganan salah satu kontrak pembelian pesawat terbesar oleh angkatan bersenjata Rusia ini dilakukan langsung oleh Menteri Pertahanan kala itu Anatoly Serdyukov dan Direktur Jenderal Sukhoi Igor Ozar. Sehingga dengan kontrak ini, Rusia akan mengoperasikan sedikitnya 124 unit pesawat tempur-pengebom “generasi 4+” tersebut pada tahun 2020, setelah itu Kementerian Pertahanan berencana untuk memesan 30 sampai 70 Su-34 lainnya.

Su-34 adalah kendaraan pembom tempur multifungsi yang ditujukan untuk menyerang sasaran darat dan permukaan dalam menghadapi tentangan keras dari pertahanan udara musuh. Dalam hal kemampuan tempur, Su-34 termasuk dalam generasi 4 ++ dan mampu melakukan misi tempur dasar tanpa dikawal pesawat tempur lainnya.

BACA JUGA :  [Foto] Peresmian Armada Baru Buatan Dalam Negeri

Karena kecepatan dan kemampuan manuver yang tinggi, pembom dapat secara independen melakukan pertarungan udara dengan pesawat tempur musuh. Pesawat tersebut mendapat julukan tak resmi “Duckling” karena busur, yang menyerupai paruh bebek .

Pada Akhir tahun 2015, pesawat tempur Su-34 mendapat tambahan sistem senjata elektronik Khibiny, sehingga secara teknis Su-34 telah layak disebut pesawat tempur elektronik. Sistem tersebut dikembangkan oleh Perusahaan Radio-Elektronik (KRET) Rusia.

Dengan kehadiran sistem yang terpasang di ujung sayapnya ini, Su-34 bisa melancarkan langkah balasan efektif terhadap sistem radar, sistem misil antipesawat, serta sistem peringatan dini dan kontrol pesawat. Selain itu, Su-34 juga akan mendapat tambahan radar udara modern dengan karakteristik yang lebih unggul.

BACA JUGA :  Hopes for Light Artillery Expansion

Saat ini, pesawat memiliki sebuah radar multi-target dengan jangkauan 200-250 km. Pesawat juga dilengkapi dengan radar yang menghadap belakang, serta bisa ditambah radar menghadap samping M402 Pika. Sistem pengganggu jaringan komunikasi L175V/KS418 pun bisa dikerahkan dalam pertempuran.

Terkait pemilihan dan pemantauan target secara berkelanjutan, Su-34 akan menggunakan radar udara dan sistem penargetan elektro-optikal Platan yang dipasang pada badan pesawat. Ia dilengkapi dengan penanda target laser yang mengukur jarak ke target menggunakan telemetri laser.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here