Su 35 sudah pasti menggantikan F5 tiger

0
1015

Pengadaan Sukhoi-35 Super Flanker (SU-35) penting bagi TNI AU. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan bahwa pesawat tempur buatan Rusia itu bakal menjadi pengganti F-5 Tiger yang bermarkas di Pangkalan Udara (Lanud) Iswahyudi. Dengan begitu seluruh penerbang Skadron Udara 14 Tempur segera dibekali alat utama sistem persenjataan (alutsista) unggul.

Gatot menjelaskan, F-5 Tiger sudah lebih dari  satu tahun tidak dipakai dalam berbagai operasi TNI AU. “Kami punya pesawat F-5 Tiger yang lost time-nya sudah satu setengah tahun lalu,” ungkap dia usai hadir dalam pertandingan persahabatan Catur dan Voli di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kemarin (11/8). Lantaran sudah tidak dipakai, TNI memilih SU-35 sebagai pengganti F-5 Tiger.

BACA JUGA :  Turki membuat pangkalan militer baru 270 km dari Sochi

Menurut Gatot SU-35 merupakan pesawat tempur yang sudah teruji dalam pertempuran. Karena itu, cocok untuk dijadikan pengganti armada tempur udara yang masa pakainya sudah habis. “Dari hasil diskusi, Sukhoi-35 yang terpilih (menggantikan F-5 Tiger),” ucap Gatot. Dia pun menegaskan bahwa TNI harus membeli alutsista terbaik. Tidak coba-coba. SU-35 yang sudah diuji dalam perang, sambung Gatot, layak dibeli.

Orang nomor satu di TNI itu pun menjelaskan, pengadaan SU-35 tidak lain untuk memperkuat pertahanan tanah air. Sesuai dengan Minimum Essential Force (MEF) dalam Rencana Strategis (Renstra) II TNI yang sudah disusun sejak jauh hari. Namun demikian, Gatot menuturkan bahwa belanja SU-35 menjadi urusan Kementerian Pertahanan (Kemhan). “TNI itu hanya mengajukan spesifikasi teknis,” ucap dia.

BACA JUGA :  Turki mengembangkan sistem pertahanan udara jarak jauhnya sendiri

TNI, sambung Gatot, sudah mengajukan spesifikasi teknis SU-35 lengkap dengan persenjataannya. Saat dikonfirmasi, Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Kemhan Brigjen TNI Totok Sugiharto mengungkapkan bahwa SU-35 merupakan pesawat tempur super canggih. Untuk itu, pihaknya terus berkomunikasi dengan TNI AU sebagai instansi yang bakal menggunakan alutsista tersebut. “Dari awal Kemhan dan TNI AU selalu berkomunikasi,” tuturnya.

Termasuk di antaranya koordinasi soal persiapan penerbang Skadron Udara 14 Tempur. Menurut Totok, matra angkatan udara sudah melatih penerbang di skadron tempur tersebut menerbangkan SU-35. Keterangan itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya. “Penerbang (Skadron Udara 14 Tempur) dibagi dua,” ungkap pria yang akrab dipanggil Jemi itu.

BACA JUGA :  Tinjau Pembangunan Dermaga Kapal Selam, Panglima TNI: Kami Tidak Main-Main!

Sebagian terus terbang bersama Skadron Udara 15 Tempur yang juga bermarkas di Lanud Iswahyudi. Sedangkan sebagian lain bertugas di Skadron Udara 11 yang bermarkas di Lanud Sultan Hasanuddin. “Di Skadron (Udara) 11 Makassar (menggunakan) Sukhoi,” jelasnya. Mereka sudah bertugas di dua skadron udara itu sejak masa pakai F-5 Tiger habis satu setengah tahun lalu. Sehingga sudah siap saat SU-35 mendarat di pangkalan mereka.
Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here