Pasukan Rudal Strategis Rusia melakukan uji coba peluncuran rudal balistik antar benua RS-24 Yars.

Seperti dilansir TASS dengan mengacu pada Kementerian Pertahanan Rusia, rudal berbasis silo dilengkapi dengan beberapa hulu ledak diluncurkan kembali dari kosmodrom Plesetsk, terletak di wilayah Arkhangelsk. Hal ini juga melaporkan bahwa hulu ledak rudal eksperimental mencapai daerah yang ditunjuk di situs uji Kamchatka Kura.

Tujuan utama dari “konfirmasi keandalan rudal di kelas yang sama.”

BACA JUGA :  Presiden RI: TNI Harus Menyatu Dengan Rakyat

“Tujuan dicapai, target terpenuhi secara penuh,” – menurut Kementerian Pertahanan Rusia.

RS-24 Yars adalah sistem rudal strategis Rusia dengan rudal balistik antarbenua bahan bakar padat . Sesuai kontrak pemerintah, Divisi rudal Strategis Rusia akan mendapatkan 50 myoma sampai tahun 2020. Selama itu pula letak rudal Yars menjadi tidak terdeteksi.

Yars adalah rudal balistik antarbenua terbaru yang merupakan modifikasi terkini rudal Topol-M. Rudal tersebut dapat mengenai sasaran yang berjarak 12.000 kilometer dengan deviasi hanya 150 meter. Yars dapat melalui awan ledakan nuklir serta menaklukkan berbagai teknologi pertahanan serangan udara. Yars dapat memiliki satu monoblok hulu ledak, atau enam blok hulu ledak seberat 150 kiloton TNT. Satu peluncur rudal bergerak Yars terdiri dari tiga peluncur rudal bergerak seperti yang dimiliki Topol-M, serta satu pos komando.

BACA JUGA :  Media: Barat mengakui operasi Rusia di Suriah "sukses"

Yars adalah rudal strategis paling modern di dunia dan masih ada potensi-potensi yang dapat digali untuk mempercanggih Yars. Pembuatan senjata tersebut menegaskan tingginya kemampuan yang dimiliki oleh sistem pertahanan dalam negeri Rusia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here