Indonesia Service Hub (ISH) siap rawat pesawat militer asia pasifik

0
724

Kerja sama operasi (KSO) perawatan dan perbaikan pesawat, Indonesia Ser vice Hub (ISH), berencana menggandeng Airbus Defence and Space (ADS) serta TNI AU dalam menyediakan jasa maintenance, repair, overhaul (MRO) pesawat-pesawat militer untuk kawasan Asia Pasifik.

ISH merupakan KSO yang terdiri atas lima perusahaan maupun anak perusahaan BUMN, yaitu PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia, PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP), PT Dirgantara Indonesia (DI), PT Indopelita Aircraft Ser vices (IAS), serta PT Merpati Maintenance Facility (MMF).

Dalam holding itu, GMF dipercaya sebagai koordinator.Line Operation Director GMF Aero Asia Tazar Marta Kurniawan mengatakan, ISH dibentuk dengan konsentrasi pada pasar perawatan pesawat propeller. Akan tetapi, kata dia, pihaknya melihat juga potensi yang besar untuk jasa perawatan dan perbaikan pesawat-pesawat militer di kawasan Asia Pasifik.

BACA JUGA :  Rusia akan melindungi wilayah Baratnya dengan kompleks EW Samarkand terbaru

“Pasar (perawatan dan perbaikan pesawat militer) Asia Pasifik ini besar. Tapi, bila ingin merawat pesawat militer, kami perlu nama original aircraft manufacture(OAM), yaitu Airbus,” kata Tazar di Tangerang, Selasa (1/8).

Dia menambahkan, ISH melirik ADS lantaran cakupan jenis pesawatnya yang luas dan banyak digunakan di kawasan Asia Pasifik. Bila kerja sama itu terealisasi, ISH menjadi jaringan MRO dari ADS di regional Asia Pasifik.

Tazar menuturkan, ISH pun turut bekerja sama dengan TNI AU dalam proyek ini. Hal tersebut guna memperkuat kualitas dan jaringan dalam menyasar pasar MRO pesawat militer.

“Jadi kerja sama ini ditujukan untuk pasar regional sehingga lebih luas lagi. Itu nanti kami sinergikan (dengan TNI AU). Ini yang akan kami bicarakan dengan KSAU (Kepala Staf TNI Ang-katan Udara),” sebut dia.

BACA JUGA :  Kementerian Pertahanan Minta PT PAL Produksi Sendiri Kapal Sekelas PKR

Dia mengharapkan, kerja sama antara ISH, ADS, dan TNI AU ini dapat direalisasikan secepatnya. Namun, Tazar belum dapat memastikan, perihal waktu definitifnya.

“Kami perlu menyinergikan prosesnya. Tapi, kami harapkan secepatnya. Nanti ada tempatnya yang akan kami tentukan sebagai fasilitasnya di Indonesia,” imbuh dia.

Di tempat yang sama, Direktur Utama GMF Aero Asia Iwan Joeniarto menjelaskan, kerja sama tersebut menjadi rencana kerja ISH yang paling dekat direalisasikan. Namun demikian, KSO lima perusahaan itu masih mempunyai program lainnya dalam upaya mengoptimalkan setiap fasilitas yang dipunyai masing-masing perusahaan.

BACA JUGA :  Ketergantungan Impor Harus Hilang

“Jadi Indonesia Ser vice Hub kami bentuk untuk menyinergikan supaya fasilitas-fasilitas yang dipunyai oleh MRO ini bisa dikolaborasikan dan kami utilisasi. Jadi kalau ada yang kurang kami utilisasikan. Salah satu rencana pengembangan yang terdekat adalah dengan Airbus,” papar dia.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno menyatakan, KSO Indonesia Ser vice Hub ini merupakan sinergi antar-BUMN di bidang MRO guna meningkatkan daya saing Indo-nesia pada industri jasa perawatan dan perbaikan pesawat, khususnya dalam menyerap pasar internasional.

Rini mengharapkan, ISH dapat menjadi pusat perawatan dan perbaikan pesawat maupun mesin pesawat di kawasan Asia.

“Kita bisa jadi hub di Asia Tenggara. Tapi target saya Asia, bahkan kalau perlu sampai Afrika,” imbuh Rini.
Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here