Perancis tawarkan kapal “Mistral” negara-negara Asia-Pasifik

0
771
Perancis tawarkan kapal "Mistral" negara-negara Asia-Pasifik
kapal serbu amfibi “Mistral” ©  EPA / Eddy Lemaistr

Prancis tertarik untuk menjual kapal Mistral ke negara bagian Asia-Pasifik (APR). Silvi Gular mengatakan hal ini di Konferensi Internasional mengenai Isu Keamanan di Wilayah Asia Pasifik “Shangri-la Dialog “.

“Kami mengundang mitra dari Asia untuk membeli Mistrals,” katanya, menambahkan bahwa “Prancis baru saja mengirim salah satu kapal ini ke wilayah ini”

Selain itu, Menteri menyampaikan keprihatinannya tentang situasi di Laut Cina Selatan . “Semua pihak harus mematuhi hukum,” kata Gular, mengomentari situasi di wilayah ini.

Menurut dia, “Prancis, Inggris dan negara-negara Eropa lainnya tertarik pada stabilitas di wilayah perairan LCS, karena ada banyak arus perdagangan kita di sana.”

BACA JUGA :  Biomorfik "Burung Hantu" Rusia akan berburu tank

Menhan Indonesia juga turut hadir dalam pertemuan tersebut dan menganggap Shangri-la Dialog sangatlah penting.

Beberapa materi pembahasan Shangri-La Dialogue adalah pentingnya tatanan dunia berdasarkan hukum dan bahaya nuklir di Asia Pasifik. Isu Laut China Selatan menjadi bahasan hangat dalam Shangri-La Dialogue hari pertama ini. Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa Indonesia tidak ingin ada konflik di Laut China Selatan. Untuk Indonesia permasalahan di Laut China Selatan panglima tertingginya adalah hukum.

Dengan begitu banyaknya isu keamanan di Asia Pasifik dan dunia yang kian kompleks ini diharapkan Shangri-La Dialogue yang dihadiri oleh pejabat-pejabat pengambil keputusan pertahanan di negara masing-masing ini dapat menyumbangkan solusi terbaik terutama untuk membangun arsitektur keamanan di Asia Pasifik dan ASEAN, untuk menjamin stabilitas keamanan kawasan.

BACA JUGA :  Australia, Indonesia to fully resume defence co-operation after training materials row

Shangri-La Dialogue yang berlangsung selama tiga hari sampai dengan tanggal 4 Juni 2017 yang berlangsung di lembaga kajian Inggris International Institute for Strategic Studies (IISS) Singapura.

Perdana Menteri Australia Malcom Turnbull menjadi pembicara pembuka dalam pertemuan informal pertahanan petinggi-petinggi pertahanan negara-negara di dunia itu. Direktur Jenderal IISS John Chipman yang membuka Shangri-La Dialogue mengatakan bahwa masalah-masalah seperti Laut China Selatan dan Korea Utara serta masalah terorisme di Filipina akan menjadi topik perhatian. Pembicara lainnya di hari pertama Shangri-La dialogue adalah Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis.

BACA JUGA :  [Dunia] DCNS Meluncurkan Gowind 2500 Corvette Pertama

Perdana Menteri Australia Malcom Turnbull mengatakan, China akan diuntungkan sekiranya menghormati kedaulatan negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Hal ini akan membangun saling percaya sehingga membangun stabilitas keamanan kawasan. PM Australi juga menekankan, karena terorisme adalah kejahatan trans-nasional, demikian pula dengan upaya untuk mengatasinya. Ditegaskan bahwa seluruh negara memiliki kepentingan untuk mengalahkan gerakan terorisme dimanapun mereka berada.

(tass/kemenhan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here