[Dunia] Myanmar Operasikan Pesawat Nirawak Bersenjata

0
1113
Buatan China http://angkasa.co.id/wp-content/uploads/2017/03/Drone-Myamar-www.defense-blog.com_.jpg[defense-blog]

Selain memesan 16 unit jet tempur multi fungsi JF-17 Thunder (FC-1 Xiaolong), Myanmar juga sudah mengoperasikan sejumlah pesawat nirawak (UAV) bersenjata buatan China, CH-3.

Kehadiran drone bersenjata ini jelas menjadi ancaman serius bagi kelompok minoritas Rohingya yang selama ini selalu menjadi sasaran operasi militer Myanmar.

Pesawat nirawak CH-3 diprodusksi oleh China Academy of Aerospace Aerodynamic of China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). UAV ini nama awalnya adalah 11th Academy of CASC.

BACA JUGA :  Perolehan Medali Sementara AARM 2018

Sebagai Pesawat nirawak bersayap tetap untuk kepentingan tempur, CH-3 yang memiliki wingspan 8 m, menggunakan mesin dengan tiga bilah baling-baling, dan bisa terbang selama 12 jam tanpa mengisi bahan bakar ulang.

Persenjataan yang bisa diusung oleh CH-3 yang mampu terbang sejauh 2.400 km itu mencapai berat maksimum hingga 80 kg.

Dalam misi tempur, CH-3 dipersenjatai dua rudal udara ke darat pemandu laser AR-1.

Rudal ini konon memiliki daya hancur yang setara dengan rudal AGM-114 Hellfire buatan AS. Rudal Hellfire merupakan senjata andalan drone tempur AS, RQ-1 Predator.

BACA JUGA :  AS percaya Iran meningkatkan pengiriman komponen rudal presisi tinggi ke Hizbullah

Selain militer Myanmar, Pesawat nirawak tempur CH-3 juga sudah dioperasikan oleh militer Nigeria dan Pakistan.

Author: Agustinus Winardi


  Angkasa  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here