Filipina Inginkan T129 ATAK Dari Turki, Pakai Mesin Siapa?

0
468
Filipina Inginkan T129 ATAK Dari Turki, Pakai Mesin Siapa?
Filipina Inginkan T129 ATAK Dari Turki, Pakai Mesin Siapa?

Filipina Inginkan T129 ATAK Dari Turki, Pakai Mesin Siapa? – GarudaMiliter.com – Setelah mendapatkan tawaran helikopter serbu dari Amerika, yang kemudian dianggap terlalu mahal, pemerintah Filipina mencari produsen helikopter serbu yang lain.

Salah satu produsen yang saat ini kembali dilirik oleh pemerintah Filipina adalah helikopter serbu buatan Turki, T-129 ATAK. Heli serbu yang merupakan pengembangan helikopter serbu buatan Italia AgustaWestland A129 Mangusta dilisensi TAI Turki dari perusahaan AgustaWestland Italia-Inggris.

Diperkirakan, harga akuisisi helikopter lansiran Turki ini jauh lebih murah daripada harga akuisisi helikopter serbu buatan Amerika Serikat seperti Bell AH-1 Cobra dan AH-64 Apache.

BACA JUGA :  Turki telah mengirimkan 50 tank ke perbatasan dengan Suriah

Namun ada satu masalah krusial dalam rencana pengadaan ini jika kementerian pertahanan Filipina jadi memilih T129 ATAK sebagai helikopter serbunya: kedua mesinnya. Filipina Inginkan T129 ATAK Dari Turki, Pakai Mesin Siapa?

Amerika telah menjatuhkan embargo kepada Turki, salah satu yang terkena embargo adalah mesin turboshaft buatan Light Helicopter Turbine Engine Company (LHTEC) yang digunakan untuk mentenagai helikopter T129 ATAK buatan Turki ini. Salah satu kontrak yang terhambat karena masalah embargo ini adalah kontrak pembelian 30 helikopter ATAK dari Pakistan.

BACA JUGA :  Arab Saudi Berencana Produksi Sendiri Senapan AK-103

Embargo Amerika Serikat terhadap Turki ini dijatuhkan karena masalah pembelian rudal anti pesawat S-400 buatan Rusia. Amerika diketahui sedang menekan Rusia secara ekonomi dan mengancam semua pembeli alutsista Rusia dengan ancaman embargo.

Jika Filipina tetap melakukan pembelian helikopter T129 ATAK ini ke Turki, tidak ada jaminan dari TAI bahwa mesin standar helikopter ini akan tersedia, dan mesin buatan produsen lain tidak dapat serta merta diaplikasikan kedalam helikopter ini. Pemasangan mesin lain akan membuat TAI harus melakukan modifikasi struktur, sertifikasi dan proses ujicoba kembali dan semua hal tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit, serta membuat kemungkinan harga naik menjadi lebih besar.

BACA JUGA :  Sudah Punya Ratusan F-16 Serta Puluhan Fulcrum dan Rafale, Mesir Masih Tambah 24 Pesawat Tempur Sukhoi Su-35

Beberapa pengamat militer menyebutkan bahwa langkah pemerintah Filipina untuk melirik helikopter Turki ini sebagai taktik tawar menawar dengan produsen helikopter Amerika Serikat agar dapat menurunkan harga.

Filipina sendiri sudah mencari helikopter serbu baru sejak tahun 2012. Filipina sendiri saat ini mengoperasikan dua buah helikopter serbu Bell AH-1S Cobra yang dihibahkan oleh Kerajaan Jordania pada tahun 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here