Untuk Yang Pertama, AS Kirim Drone Mata-Mata MQ-4C Triton Ke Guam

0
92
Untuk Yang Pertama, AS Kirim Drone Mata-Mata MQ-4C Triton Ke Guam
Drone MQ-4C Triton (Foto : US Navy/Kelly Schindler)

Washington, GarudaMiliter.comUntuk Yang Pertama, AS Kirim Drone Mata-Mata MQ-4C Triton Ke Guam. Pesawat tanpa awak dikirim olah Armada Pasifik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan kemampuan pengintaian di Pasifik Barat dan Asia Timur.

Diketahui, dua pesawat nirawak mata-mata jarak jauh tersebut sudah tiba di Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam.

Seperti siaran pers Armada Ketujuh Angkatan Laut AS, dua drone MQ-4C Triton bakal melengkapi aset intelijen Angkatan Laut AS, seperti halnya P-8A Poseidon dan P-3 Orion.

BACA JUGA :  AS bermaksud untuk meningkatkan jangkauan ATACMS (Army Tactical Missile System)

“Pengenalan MQ-4C Triton ke wilayah operasi Armada Ketujuh memperluas jangkauan patroli maritim Angkatan Laut AS, pengawasan dan pasukan pengintaian di Pasifik Barat,” ucap Kapten Matt Rutherford, yang memimpin pasukan patroli, pengintaian dan pasukan pengintai Armada Ketujuh dalam siaran persnya, yang dikutip Selasa (28/1/2020).

“Menggabungkan kemampuan MQ-4C dengan kinerja P-8, P-3 dan EP-3 yang telah terbukti akan memungkinkan peningkatan kesadaran domain maritim dalam mendukung tujuan keamanan regional dan nasional,” lanjut Rutherford.

Guam merupakan wilayah AS yang berlokasi di Mikronesia, bagian dari rangkauan pulau yang sama dengan bentuk rantai kepulauan Mariana, sekitar 1.900 mil di sebelah tenggara pantai China.

BACA JUGA :  Penandatanganan Kontrak Kolektif TNI AL

Dijelaskan oleh pembuatnya, Northrop Grumman, MQ-4C Triton mempunyai jangkauan operasional 8.200 mil serta radius misinya hampir 2.000 mil.

Hal tersebut berarti, Triton mampu digunakan dalam memantau peristiwa yang bersifat maritim. Walau hanya sekitar sepertiga dari laut China Selatan.

Dijelaskan pada siaran pers tersebut, dua drone MQ-4C Triton yang tiba pada hari Minggu di Guam, merupakan yang pertama memasuki layanan penuh militer Amerika.

Ukuran sayap yang besar, menjadikan pesawat nirawak tersebut yang terbesar pada dinas miiter AS serta sangat mungkin untuk melambung hingga ketinggian 65.000 kaki sselama 30 jam.

BACA JUGA :  [Angkasa Yudha] Selain Bom, Sukhoi TNI AU Juga Akan Dipersenjatai R-73

Pantau terus perkembangan Berita Militer Amerika, hanya di GarudaMiliter.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here