AU Belgia Cari Pembeli Untuk 9 C-130H Herculesnya, Indonesia Minat?
AU Belgia Cari Pembeli Untuk 9 C-130H Herculesnya, Indonesia Minat?

AU Belgia Cari Pembeli Untuk 9 C-130H Herculesnya – GarudaMiliter.com. Belgia saat ini sedang menjual keseluruhan armada C-130H Hercules miliknya. Sembilan pesawat angkut ini dijual karena akan segera diganti dengan Airbus A400M di tahun 2020. Belgia telah membeli tujuh pesawat angkut A400M buatan Airbus untuk menggantikan armada Herculesnya.

Awak Hercules
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
  • Gmail
  • Tumblr
  • Blogger
Awak Hercules

Sebagai akibat dari pembelian A400M ini, C-130H ini lalu ditawarkan kepada negara negara yang ingin memperkuat kapabilitas angkatan udaranya. Ke sembilan pesawat C-130H ini ditawarkan beserta seluruh mesin cadangan, sparepart yang tersisa, peralatan maintenance, dan sistem pendukung lainnya, lengkap. Pembeli akan mendapatkan seluruh sistem pendukung yang digunakan Angkatan Udara Belgia selama mengoperasikan pesawat angkut C-130H Hercules ini.

C-130H Belgia diawaki oleh prajurit profesional
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
  • Gmail
  • Tumblr
  • Blogger
C-130H Belgia diawaki oleh prajurit profesional

Selama digunakan oleh negara seluas Provinsi Jawa Barat ini, C-130H Belgia ini selalu mendapatkan perawatan yang baik. Seluruh armadanya juga sudah mendapatkan peningkatan kemampuan. Upgrade yang telah dilakukan untuk C-130H Belgia ini antara lain, pembaruan kokpit dengan teknologi masa kini dan penggantian sayap baru bagi setiap pesawatnya.

Selain tugas tugas di dalam negeri yang tidak terlalu luas wilayahnya, C-130H Hercules milik Angkatan Udara Belgia ini juga sering melakukan misi atas nama NATO di seluruh penjuru Eropa. Selain itu juga pernah berperan dalam misi misi PBB yang dilakukan di dataran Afrika.

Kokpit C-130H Belgia sudah cukup modern
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
  • Gmail
  • Tumblr
  • Blogger
Kokpit C-130H Belgia sudah cukup modern

C-130H Hercules sendiri adalah pesawat angkut medium yang paling banyak dipakai oleh Angkatan Udara berbagai negara di dunia. Termasuk Indonesia yang saat ini mengoperasikan C-130B buatan tahun 1960-an, C-130H pembelian tahun 1980-an, L-1100 (Hercules versi sipil) eks Pelita Air dan C-130H eks Australia (beli dan hibah).

Pesawat ini mampu melakukan pendaratan di landasan yang spartan. Pesawat yang ditenagai oleh 4 mesin turboprop ini mampu mengangkut 90++ penumpang, atau 60++ prajurit para penerjun payung. Di Indonesia, pesawat ini ditempatkan di Skadron Udara 31 Halim Perdanakusuma, Skadron Udara 32 Abdulrachman Saleh dan Skadron Udara 33 Sultan Hasanuddin.

C-130H Belgia mengangkut pasukan para Amerika
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
  • Gmail
  • Tumblr
  • Blogger
C-130H Belgia mengangkut pasukan para Amerika

Namun, seiring dengan jalannya waktu, cukup banyak pesawat Hercules TNI Angkatan Udara yang dalam keadaan menua. Hal tersebut cukup menjadi perhatian pemerintah hingga pemerintah sempat mendatangkan 9 pesawat C-130H dari Australia untuk membentuk Skadron Udara 33.

Namun, pesawat yang berada dalam Skadron udara 31 dan Skadron 32 masih ada yang bertipe C-130B yang umurnya sudah tua. Pesawat C-130B ini merupakan pesawat yang dibeli oleh pemerintah pada jaman orde lama di era awal 1960-an.

39 COMMENTS

  1. Bangsa indonesia sudah saatnya perpikir,bagaimana agar bisa memproduksi sendiri alutsistanya dan jangan hanya mengandalkan produk luar.saya akan merasa bangga sekali kalau TNI-AU berdemo dengan jet tempur hasil karya anak bangsa sendiri.untuk admin thank you..

  2. Sebaekx beli aja pesawat BARU..klo second sih rawan jatuh..
    Klo jatuh kebanyakan pilot dn krux jd korban..yg rugi bangsa kita jg.kehilangan pilot2 andal.
    Yaaah klo bisa yg baru aja deh.

  3. Kasian pilot AU itu kan orang2 pilihan otak cerdas,postur bagus,kesehatan prima testnya susah g sembarang orang bisa jd pilot cuma mau dijatoh2in gara2 pesawat seken…makanya mau dijual karena g layak lg kok dibeli bisa habis itu prajurit pilihan…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here