Menteri Utama Penang Chow Kon Yeow (kiri) dan Menteri Industri dan Perdagangan Internasional Malaysia Datuk Ignatius Darell Leiking (kanan) melihat engine nacelle yang akan dikirimkan ke Airbus Perancis.
Menteri Utama Penang Chow Kon Yeow (kiri) dan Menteri Industri dan Perdagangan Internasional Malaysia Datuk Ignatius Darell Leiking (kanan) melihat engine nacelle yang akan dikirimkan ke Airbus Perancis.

Kuala Lumpur, GarudaMiliter.com – Malaysia Berambisi Menjadi Negara Industri Dirgantara Top ASEAN di 2030. Menteri Industri dan Perdagangan Internasional Malaysia Datuk Darell Leiking mentargetkan bahwa Malaysia dapat menjadi negara yang memiliki industri dirgantara maju di tahun 2030. Pemerintah Malaysia mentargetkan bahwa di tahun 2030 Malaysia bisa meraup pendapatan RM 55.2 Milyar atau sekitar 13 Milyar USD (190 Trilyun Rupiah) dari sektor industri dirgantara dan mampu menciptakan 32000 lapangan kerja ber-income tinggi dari majunya sektor industri dirgantara tersebut. Di tahun 2017 sendiri, seluruh industri dirgantara Malaysia mampu menghasilkan RM 13.5 Milyar atau sekitar 3.4 Milyar USD (46 Trilyun Rupiah), nyaris separuhnya didapat dari industri pembuatan parts dan komponen pesawat terbang.

Malaysia Berambisi Menjadi Negara Industri Dirgantara Top ASEAN di 2030. Industri yang saat ini sudah ada.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
  • Gmail
  • Tumblr
  • Blogger
Malaysia Berambisi Menjadi Negara Industri Dirgantara Top ASEAN di 2030. Industri yang saat ini sudah ada.

Di bidang industri dirgantara ini, Pemerintah Malaysia tidak mengincar industri pembuatan pesawat terbang yang memiliki ongkos RnD tinggi dan pesaing banyak namun pasar terbatas. Pemerintah Malaysia mengincar industri pembuatan komponen pesawat terbang dan industri perawatan pesawat terbang (MRO = Maintenance, Repair & Overhaul) yang memiliki pasar besar dan profit tinggi serta dapat membuka lapangan kerja lebih banyak.

Menurut laporan, Airbus dan Boeing meramalkan bahwa seluruh dunia membutuhkan 40.000 pesawat airline sipil di tahun 2037 dan dari jumlah tersebut, 16.000 diantaranya akan berada di region asia-pasifik. Inilah pasar besar incaran Malaysia: industri komponen yang menjadi subkon pabrik pesawat besar, industri MRO yang menjadi subkon airline regional dan industri penunjang sektor dirgantara lainnya seperti industri elektronik, material komposit dan jasa sistem integrasi.

Malaysia Berambisi Menjadi Negara Industri Dirgantara Top ASEAN di 2030. Andil CTRM di pembuatan komponen untuk produk Airbus.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
  • Gmail
  • Tumblr
  • Blogger
Malaysia Berambisi Menjadi Negara Industri Dirgantara Top ASEAN di 2030. Andil CTRM di pembuatan komponen untuk produk Airbus.

Untuk meraih ambisi tersebut, pemerintah Malaysia tidak akan hanya mengandalkan sektor BUMN saja, tetapi juga mendorong tumbuhnya industri dirgantara swasta dengan memberikan regulasi yang mendukung dan insentif tertentu bagi investasi luar negeri di sektor industri dirgantara guna mendorong adanya transfer teknologi di bidang engineering, electronic, composite material, system integration, MRO dan industri RnD di Malaysia.

Di bidang teknologi tinggi sendiri, saat ini sudah cukup banyak investasi asing yang bekerjasama dengan swasta dalam negeri Malaysia dalam mendirikan faslitas produksi berteknologi tinggi. Industri industri berteknologi tinggi yang lebih memilih berinvestasi di Malaysia dibanding negara negara tetangganya tersebut antara lain Intel, Infineon, First Solar dan lainnya.

Malaysia Berambisi Menjadi Negara Industri Dirgantara Top ASEAN di 2030. Andil Malaysia di pembuatan komponen untuk produk Boeing.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
  • Gmail
  • Tumblr
  • Blogger
Malaysia Berambisi Menjadi Negara Industri Dirgantara Top ASEAN di 2030. Andil Malaysia di pembuatan komponen untuk produk Boeing.

Pemerintah Malaysia saat ini bermaksud untuk merubah sektor ekonomi Malaysia dari ekonomi padat karya (labour intensive) menjadi ekonomi ber nilai tambah tinggi (high value-added), ekonomi berbasis pengetahuan dan inovasi serta ekonomi kreative dengan fokus utama pada sektor jasa dan manufacture.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here