Panglima TNI Ke Palu lihat Pangkalan Kapal Selam AL

0
861
Panglima TNI Ke Palu lihat Pangkalan Kapal Selam AL
photo metrotvnews

Palu – Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo dijadwalkan akan berkunjung ke Provinsi Sulawesi Tengah 8 Juni 2017 untuk meninjau sejumlah daerah.
   
Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dihubungi dari Palu di Banggai Kepulauan, Minggu, mengatakan kunjungan Panglima TNI tersebut sangat penting dan strategis mengingat Sulawesi Tengah salah satu daerah yang telah ditempatkan pembangunan pangkalan militer TNI Angkatan Laut di Kota Palu.
   
“Panglima TNI akan mengunjungi pangkalan militer TNI-AL di Kelurahan Watusampu, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu,” katanya.
   
Usai kunjungan itu, kata Longki, Panglima bersama rombongan kemudian berangkat ke Kabupaten Poso untuk melaksanakan buka puasa bersama dengan prajurit TNI dan Polri yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Tinombala.
   
“Tanggal 8 Juni nanti menuju Poso. Di sana, Panglima akan menghadiri buka puasa bersama prajurit Satgas Tinombala di Lapangan Gor Poso,” jelasnya.
   
Kedatangan Panglima TNI Gatot Nurmantyo akan diterima langsung oleh Gubernur Sulteng.
   
Longki mengatakan tidak ada agenda khusus atas kunjungan Panglima di dua wilayah itu meski saat ini sejumlah daerah di Sulawesi Tengah sedang dilanda banjir.
   
Terkait pangkalan militer Angkatan Laut di Teluk Palu, sebelumnya telah dijelaskan Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut VI, Laksamana Pertama Yusup.
   
Yusup mengatakan, secara geografis wilayah Pangkalan TNI Angkatan Laut Palu tepat berada pada Alur Laut Kepulauan Indonesia wilayah (ALKI) II. Posisi ini sangat strategis dalam mendukung aspek Negara di laut.
   
“Berkaitan dengan perkembangan lingkungan strategis khususnya di wilayah Ambalat, maka Komando TNI Angkatan Laut telah mempersiapkan pembangunan Dermaga Kapal Selam di Palu. Kapal selam adalah alat utama sistim pertahanan yang strategis karena memiliki dampak penangkalan atau deterrence effect yang tinggi,” kata Yusup saat meninjau pembangunan dermaga kapal selam di Lanal Palu Watusampu, Ulujadi, akhir 2016.
   
Perwira bintang satu TNI Angkatan Laut itu mengatakan dengan adanya pangkalan kapal selam di Palu, akan menjadi tempat mangkal atau rebase bagi kapal-kapal TNI Angkatan Laut yang beroperasi di perairan laut Ambalat hingga ke Laut China Selatan.(antarasulteng)

BACA JUGA :  Putin: Rusia akan membangun potensi militernya untuk melindungi kemungkinan agresor

Sebagai tambahan saya kutipkan berita dari jakarta post tahun lalu

Pangkalan kapal selam untuk menampung kapal Rusia, Korea Selatan

The Jakarta Post 3 Feb 2016
Ruslan Sangadji

Angkatan Laut Indonesia mempercepat pengembangan pangkalan kapal selam di Palu, Sulawesi Tengah, yang bertujuan menyelesaikannya pada akhir tahun dan beroperasi awal tahun depan untuk mengakomodasi kapal-kapal Rusia dan Korea Selatan.

Komandan angkatan laut angkatan laut Palu Kolonel Yanu Madawanto mengatakan pada hari Selasa bahwa pembangunan pangkalan angkatan laut itu berharga lebih dari Rp 21 miliar (US $ 1,5 juta) dan akan menampung dua kapal selam buatan Rusia dan Korea Selatan.

BACA JUGA :  Enam kapal patroli kelas Arktik modern akan dibangun untuk Angkatan Laut Kanada

“Pengoperasian dermaga kapal selam akan bertepatan dengan kedatangan kapal selam dari Korea Selatan dan Rusia,” kata Yanu.

Menurut Yanu, pangkalan kapal selam di Palu akan menjadi yang ketiga di Indonesia, bergabung dengan Komando Armada Barat (Koarmabar) di Jakarta dan Komando Armada Timur (Koarmatim) di Surabaya.

“Pangkalan angkatan laut di Palu akan menjadi Central Armada Komando [Koarmateng],” kata Yanu.

Proyek dasar kapal selam sebelumnya tertunda selama sebulan selama proses negosiasi untuk pengadaan kapal selam. Namun, kesepakatan telah dilakukan dan proyek telah dilanjutkan.

BACA JUGA :  Akhir 2018 Pindad akan produksi 20 unit Medium Tank

Pekerjaan pengerukan saat ini sedang dilakukan untuk membangun dermaga. Ini akan selesai dalam waktu dekat dan tahap kedua konstruksi kemudian akan dimulai.

Yanu mengatakan kapal selam buatan Korea yang akan ditempatkan di pangkalan angkatan laut Palu, yang dibangun oleh Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering of South Korea, berukuran 6 meter dan panjang 60 meter, sedangkan kapal selam buatan Rusia berukuran 6 meter dan 100 Meter panjangnya.

Pangkalan kapal selam tersebut berada di kawasan Teluk Palu di Kecamatan Watusampu, Kecamatan Ulujadi, kota, pada kedalaman yang sangat ideal.

“Teluk Palu adalah lautan ketiga di dunia,” kata Yanu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here