Setelah dilatih Militer Suriah akan melakukan uji penembakan S-300 di Rusia

0
614
Setelah dilatih Militer Suriah akan melakukan uji penembakan S-300 di Rusia

GarudaMiliter.com – Militer Rusia melatih militer Suriah untuk mengoperasikan S-300PMU-2 yang tiba di Suriah dengan peralatan, setelah pelatihan militer Suriah akan di uji di Rusia, seperti dilansir  Tass mengacu sumber militer-diplomatik.

“Awak tempur resimen rudal anti-pesawat S-300PM, yang tiba di Suriah dengan peralatan itu, melatih personel militer Suriah untuk mengoperasikan kompleks. Militer Suriah, pada 2011 sudah dilatih di Rusia untuk kompleks S-300PMU-2. Di dekat St. Petersburg dalam rangka kontrak yang ditandatangani pada tahun 2010. Pelatihan militer Suriah dijadwalkan akan selesai pada akhir tahun ini, setelah itu mereka akan melakukan uji tembak di salah satu pangkalan militer Rusia, “kata sumber media tersebut.

BACA JUGA :  [Dunia] Pimpinan Abu Sayyaf dan Maute Tewas di Marawi

Sebelumnya, diberitakan bahwa Rusia menyumbangkan ke Suriah tiga divisi sistem rudal anti-pesawat S-300PM yang terdiri dari delapan peluncur masing-masing. Pengiriman berakhir pada 1 Oktober. Peralatan tersebut sebelumnya digunakan oleh salah satu resimen rudal anti-pesawat Udara dan Angkatan Luar Angkasa Rusia, yang telah diganti dengan sistem S-400 Triumph. Seblum dikirim dirombak terlebih dahulu oleh perusahaan pertahanan Rusia, beroperasi penuh dan mampu melakukan misi tempur.

Menurut sumber itu, bersama dengan peluncur yang dikirimkan ke Suriah, amunisi yang diangkut terdiri dari lebih dari 100 rudal yang anti pesawat untuk masing-masing divisi.

BACA JUGA :  Putin telah menyatakan Rusia siap membantu mebersihkan teroris di Idlib

Perjanjian tentang pasokan sistem rudal anti-pesawat Suriah S-300 ditandatangani pada tahun 2010, tetapi kemudian dibekukan. 24 September 2018, setelah insiden dengan pesawat pengintai Il-20 Rusia, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan bahwa Rusia akan mengirimkan S-300 ke militer Suriah untuk “meningkatkan kemampuan tempur.” Pada 2 Oktober 2018, Shoigu melaporkan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa S-300 telah dipindahkan ke Suriah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here