Rusia Memilki Backlog Untuk Pesawat Baru

0
936

Pakar Militer Rusia Ivan Konovalov berbicara tentang perkembangan pejuang generasi keenam Rusia, yang akan dilengkapi dengan kabin pintar dengan kecerdasan buatan.

Menurut Konovalov, di pesawat tempur generasi keenam, kokpit yang cerdas akan bisa membuat keputusan sendiri dalam pertempuran. Dengan kata lain, generasi baru pesawat militer direncanakan akan dibuat dalam versi tak berawak. Berbicara tentang waktu proyek masih sulit, karena ini sebuah basis penerbangan modern.

Rusia, yang telah menciptakan sebuah pesawat untuk penerbangan garis depan generasi kelima, sedang mempelajari kemungkinan penerapan proyek baru. Perwakilan United Aircraft Corporation (UAC) berbicara tentang hal ini.

BACA JUGA :  KRI Surabaya 591 Laksanakan Evakuasi Kapal Siaga Desa Di Perairan Pulau Kangean

Pakar mencatat bahwa bagaimanapun juga, itu bisa disebut pesawat tak berawak. Diasumsikan bahwa dia akan dikelola oleh seorang operator dari sebuah pos militer. Dan dia bisa melakukannya pada jarak ribuan mil dari tempat penerbangan tempur.

Namun dalam masalah ini ada dua faktor utama yang menyebabkan rasa takut.

Pertama, tidak jelas seberapa efektif kecerdasan buatan baru yang terkandung didalamnya untuk membuat keputusan.

Kedua, tidak sepenuhnya jelas apakah seseorang serius dapat mempengaruhi efisiensi kendaraan itu sendiri, jelas Konovalov.

BACA JUGA :  Marinir Indonesia batal menambah BTR 4 dan berpaling ke APC Russia

Ia menjelaskan keraguan ini, pakar tersebut berbicara tentang satu kasus yang terjadi di Afghanistan, wilayah yang sangat sering dipatroli oleh pesawat tak berawak tanpa awak AS. Terbang di atas salah satu zona pertarungan, militer UAV mengidentifikasi kerumunan besar orang yang membawa senjata.

Informasi itu dipindahkan ke operator, yang mengelola UAV dari wilayah Amerika. Dia memberi izin untuk menyerang. Namun, belakangan ternyata itu adalah pernikahan biasa. Akibatnya, banyak orang menderita. Mungkin, mereka hanya menembak udara karena emosi, seperti yang sering dilakukan di negara-negara Arab, dan pesawat tak berawak memutuskan untuk meluncurkan tembakan tersebut.

BACA JUGA :  menganalisis keefektifan sistem pertahanan udara "Thor"

Oleh karena itu, isu efektivitas kecerdasan buatan dalam teknik ini, belum menemukan jawaban. Tidak dikecualikan bahwa dalam beberapa tahun sistem akan selesai, dan kemungkinan membuat keputusan yang salah oleh mesin akan dikecualikan, Konovalov menyimpulkan.

Sumber :
Foto oleh: pixabay.com/PD
https://politexpert.net/71372-istrebiteli-shestogo-pokoleniya-u-rossii-est-zadel-dlya-novykh-samoletov

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here