| © Fotolia / Emanuele Mazzoni |
Iran telah menguji sistem rudal pertahanan udara baru (BAM) “Bavar-373”, yang merupakan analog dari S-300 Rusia, dikutip dari laman berita AFP yang merujuk pada komandan pangkalan pertahanan udara di Iran, Amir Farzad Ismaili.
Sebelumnya, komandan pangkalan pertahanan udara di Iran, Khatam al-Anbiya, Ismaili melaporkan bahwa sistem rudal pertahanan Bavar-373 direncanakan akan dimasukan ke pasukan pertahanan udara pada tahun 2018-2019.
“Seluruh sistem selesai dan diuji, sistem ini benar-benar dibuat di Iran dan beberapa bagian berbeda dari S-300,” kata agen tersebut mengutip Ismailiyah. Dia mencatat bahwa Teheran berencana untuk menggunakan kompleks ini bersama dengan S-300.
Sebelumnya, komandan tersebut menyatakan bahwa sistem rudal Bavar-373 adalah analog dari kompleks Rusia, yang dikembangkan dan dirancang sepenuhnya di Iran. Ismaili juga mengatakan bahwa sistem S-300 SAM yang dikirimkan sebelumnya dari Rusia telah digunakan oleh angkatan bersenjata Iran.
Kontrak dengan Rusia untuk memasok S-300 ke Iran ditanda tangani pada tahun 2007, namun pelaksanaannya dihentikan dengan diadopsinya pada tanggal 9 Juni 2010 resolusi dari Dewan Keamanan PBB 1929, yang memberlakukan larangan pengiriman senjata modern ke Iran , termasuk rudal dan sistem rudal.
Tahun lalu, setelah kesepakatan Iran mengenai masalah nuklir, pelarangan pengiriman S-300 diangkat. Pada pertengahan Desember 2016, duta besar Iran untuk Rusia Mehdi Sanayi melaporkan bahwa Rusia telah menyelesaikan pengiriman S-300 ke Iran.











