Tes Tembak Rudal “Guam Killer” China Ancaman Untuk Kapal Induk AS

0
474
Tes Tembak Rudal

BEIJING, GARUDAMILITER.COM – Tes Tembak Rudal “Guam Killer” China Ancaman Untuk Kapal Induk AS. Uji tembak yang dilakukan oleh militer China terhadap rudal balistik jarak menengah DF-26 dan dijuluki misil “Guam Killer” atau lebih tepatnya “Pembunuh Guam”. Senjata yang dimaksud bisa menjadi suatu ancaman untuk kapal induk Amerika Serikat (AS), karena diklaim mempunyai kemampuan serang untuk kapal yang dimaksud meski dalam keadaan bergerak.

Istilah atau Julukan “Guam Killer” sebenarnya merujuk pada pangkalan militer Amerika di Pasifik yang jadi target empuk misil DF-26 Beijing. Dilaporkan oleh media pemerintah China, tes yang dilakukan berlokasi di tempat rahasia dan tanggal uji tembak tidak dijelaskan secara rinci. Namun pihak Beijing mengumumkan bahwa penempatan rudal sejenis berada di daerah gurun wilayah barat laut China pada awal bulan, tepatnya setelah kapal perang AS melakukan patroli di Laut China Selatan dengan dalih untuk misi kebebasan bernavigasi.

BACA JUGA :  Rudal masa depan: bagaimana BrahMos Rusia-India mengubah pasar senjata

Diungkap oleh Kementerian Pertahanan China, sebelumnya menuturkan bahwa rudal DF-26 mampu membawa hulu ledak nuklir. Senjata tersebut diklaim mampu menyerang sasaran dengan jarak hingga 4.500 kilometer dan menempatkan Guam—wilayah pangkalan militer AS—di Pulau Pasifik berada dalam jangkauan. Profesor studi keamanan Asia Pasifik di Macquarie University, Bates Gill juga menjelaskan bahwa keputusan yang dilakukan China tersebut bertujuan untuk menciptakan efek jera bagi AS.

“Ini semacam tembakan peringatan yang bisa Anda katakan, untuk mengingatkan orang Amerika pada khususnya bahwa China membuat kemajuan semacam ini,” ucap Dr Gill, seperti dikutip ABC.net.au, Selasa (29/1/2019).

BACA JUGA :  Kurdi Minta AS Pertahankan Pasukan Militer Di Suriah

“Itu tidak pernah benar-benar diuji dengan cara itu, dalam kondisi semi-medan yang sebenarnya, di kapal, di laut,” ungkapnya.

“Ini benar-benar soal menabur jenis operasi keraguan ke dalam pikiran para pemimpin politik dan militer Amerika,” tutupnya.

Pantau terus perkembangan berita militer terbaru hanya di GarudaMiliter.Com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here