Seorang petani tewas terkena peluru nyasar Paskhas TNI AU

0
1113

Malang – Seorang petani warga Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tewas akibat luka parah di pipi kanannya. Korban sebelumnya diketahui berada area persawahan dekat lapangan tembak milik Batalyon Komando 464 Paskhas TNI AU.

Kepala Desa Baturetno, Mufid, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu korban baru selesai mengerjakan ladangnya dan hendak pulang ke rumah.

“Saat itu saya kebetulan di depan rumah mau berangkat. Tiba–tiba ada seorang warga yang menginformasikan Buawi terluka,” kata Mufid di Malang, Selasa (8/8/2017).

Buawi diketahui menggarap tanah perbukitan yang berjarak sekitar 300 meter dari lapangan tembak Paskhas TNI AU. Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh kerabat korban yang saat itu juga berada di ladang dekat tempat kejadian. Buawi berjalan sempoyongan dengan luka dan meminta pertolongan.

BACA JUGA :  Pesawat Orion P-3C Norwegia dicegat MiG-31 Rusia

Kerabat itu pun berteriak meminta tolong dan warga beramai–ramai menggotong tubuh korban ke rumah Mufid agar segera dilarikan ke rumah sakit. Saat akan dinaikkan ke dalam mobil, nyawa korban gagal diselamatkan. Peristiwa itu segera dilaporkan ke kepolisian setempat.

“Saat digotong oleh warga sebenarnya masih bernapas. Meninggal saat mau dinaikkan ke mobil. Ada satu luka di pipi, tapi apakah akibat peluru atau tidak, saya tak tahu,” ucap Mufid. Ladang yang digarap korban ada di bawah, sedangkan di atasnya tempat latihan tembak. Kebetulan saat itu memang ada latihan menembak,” ujar Effendi.

BACA JUGA :  Artileri Swagerak Terbaru TNI AD Telah Tiba

Jenazah petani itu dibawa ke kamar mayat RS Syaiful Anwar Malang untuk diautopsi. Kepolisian menunggu hasil itu untuk memastikan penyebab luka tersebut. Penyelidikan tetap melibatkan unsur kepolisian dan TNI AU.

“Dilihat kondisi pipi memang ada luka, tapi apa penyebabnya kami belum berani memastikan,” tutur Effendi.

Komandan Batalyon Komando 464 Paskhas, Mayor Pasukan M Misbachul Munir mengatakan siap bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

“Saya turut berduka cita dan siap bertanggung jawab atas musibah hari ini. Secara prosedur, kami sedang olah tempat kejadian perkara dan tentu hasilnya nanti akan disampaikan atasan kami,” kata Munir.

BACA JUGA :  [Dunia] Kisah Derita Selama Disekap Abu Sayyaf

Menurut dia, lokasi latihan menembak berada di dalam area Pangkalan TNI AU Latihan pun sudah sesuai prosedur berupa melepaskan tembakan peringatan ke udara terlebih dahulu. Untuk keterangan selanjutnya, Batalyon Komando 464 Paskhas menyerahkan ke Mabes TNI AU.
Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here