Selain Karet Russia tukar CPO dan Kopi untuk 11 Su 35

0
697

Skema imbal dagang untuk pembelian perlengkapan militer asal Rusiasegera terealisasi. Pasalnya, Memorandum of Understanding (MOU) antara BUMNRusia, Rostec, dengan BUMN Indonesia, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, terkait rencana pembelian pesawat tempur Sukhoi SU-35 untuk menggantikan armada F-5 telah dilakukan.

“Imbal dagang di bawah supervisi kedua pemerintah ini diharapkan dapat segera direalisasikan melalui pertukaran 11 Sukhoi SU-35 dengan sejumlah produk ekspor Indonesia mulai dari kopi dan teh hingga minyak kelapa sawit dan produk-produk industri strategis pertahanan,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dalam siaran persnya, Jumat (4/8)

BACA JUGA :  Jet Tempur AV-8B Harrier Amerika Serikat Jatuh di Pesisir Okinawa

Enggar berharap agar kesepakatan imbal dagang kali ini dapat disusul oleh kesepakatan serupa menyangkut produk atau sektor lain. Kesempatan itu kini sangat terbuka karena Rusia menghadapi embargo perdagangan dari Amerika Serikat, Uni Eropa, serta sekutu-sekutunya terkait isu keamanan
dan teritorial.

Sementara Rusia membalas dengan mengenakan sanksi pembatasan impor dari negara-negara tersebut. Akibat embargo dan kontra embargo ini Rusia memerlukan sumber alternatif untuk memenuhi kebutuhan pangan, termasuk buah-buahan tropis, serta produk esensial lainnya

“Ini peluang yang tidak boleh hilang dari genggaman kita. Potensi hubungan ekonomi yang memanfaatkan situasi embargo dan kontra embargo ini melampaui isu-isu perdagangan dan investasi yang biasa karena kita juga melihat peluang di bidang pariwisata, pertukaran pelajar, kerja sama energi, teknologi, kedirgantaraan, dan lainnya,” ujar Enggar.

BACA JUGA :  Produk terlaris Pindad SS2 Series dan SS1 Series

Perdagangan bilateral antara Indonesia dan Rusia dapat dikatakan masih sangat rendah dibanding potensinya. Pada tahun 2012 total perdagangan kedua negara hanya mencatat USD 3,4 miliar dengan defisit di pihak Indonesia sebesar USD 1,6 miliar.

Nilai perdagangan dan defisit yang sama dicatat pada tahun 2013 sebelum perdagangan bilateral menurun menjadi USD 2,6 miliar pada tahun 2014 dan USD 1,9 miliar pada tahun 2015 yang dibarengi perbaikan dalam posisi neraca bagi Indonesia. Pada tahun 2015 Indonesia mulai mencatat surplus perdagangan senilai USD 1,1 juta dengan Rusia dan meningkat menjadi USD 411 juta pada tahun 2016.
Sumber

BACA JUGA :  [Foto] Komodo with Gun Turret

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here