Apa Selanjutnya untuk Hubungan Militer Indonesia-Italia?

0
399
Apa Selanjutnya untuk Hubungan Militer Indonesia-Italia?

GarudaMiliter.com – Beberapa waktu lalu, Indonesia dan Italia mengadakan pertemuan komite kerjasama pertahanan baru mereka. Interaksi tersebut menyoroti beberapa kegiatan yang sedang berlangsung di sisi keamanan antara kedua negara, yang telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Indonesia mempertahankan hubungan pertahanan dengan berbagai mitra, dan Italia ada dalam daftar itu. Kolaborasi pertahanan antara kedua belah pihak telah memasukkan beberapa aspek termasuk kunjungan pelabuhan, transfer peralatan pertahanan, dan beberapa pendidikan dan pelatihan. Itu terus berlanjut selama beberapa tahun terakhir, termasuk pengiriman pengangkut personel lapis baja.

Salah satu mekanisme yang dibentuk untuk mengelola hubungan adalah Komite Kerjasama Pertahanan Gabungan Indonesia-Italia (JDCC). Kedua belah pihak telah mulai mengadakan pertemuan setelah kesepakatan tentang kerangka acuan untuk kerjasama pertahanan bersama yang ditandatangani pada Oktober 2016, dengan rencana untuk terus melakukan iterasi reguler dari JDCC setiap dua tahun.

BACA JUGA :  Amerika Serikat pertama kali memperkenalkan Blok Tomahawk IV di luar negeri

Minggu lalu, aspek pertahanan dari hubungan itu fokus lagi dengan diadakannya iterasi kedua dari Indonesia-Italia JDCC. Pertemuan tersebut diadakan pada tanggal 27 November di Hotel Borobudur di Jakarta, dan dipimpin oleh para kepala kementerian pertahanan di kedua sisi – Nicolo Falsaperna dan Hadiyan Sumintaatmadja.

Menurut Kementerian Pertahanan Indonesia (KEMHAN), pertemuan itu sendiri melihat kedua sisi juga meninjau bidang-bidang dalam hubungan pertahanan serta menjajaki wilayah potensial untuk kolaborasi lebih lanjut. Sebagai contoh, Sumintaatmadja mencatat bahwa 57 personil militer Indonesia telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan di Italia hingga 2018, dan mencatat bahwa ini adalah area kunci dalam hubungan yang lebih luas.

BACA JUGA :  Uni Eropa mendesak AS untuk menilai konsekuensi kemungkinan penarikan dari Perjanjian INF

Industri pertahanan adalah fokus pembicaraan lain. Terlepas dari pertemuan resmi itu sendiri, delegasi Italia harus berinteraksi dengan bagian-bagian industri pertahanan Indonesia, dengan kunjungan ke PT Pindad dan PT Len di Bandung. Meskipun interaksi seperti itu dengan industri pertahanan tidak sepenuhnya baru, mereka tetap menekankan upaya yang sedang berlangsung untuk benar-benar mengkonkretkan beberapa percakapan yang dimiliki kedua negara di bidang ini.

Tidaklah mengherankan, tidak ada pihak yang mengungkapkan secara spesifik tentang apa yang ingin mereka tingkatkan di masa depan dalam hal bidang kerja sama, dengan Sumintaatmadja hanya mengatakan bahwa ia melihat ke depan untuk beberapa peluang yang sedang direalisasikan dan kemudian dilaksanakan oleh kementerian dan lembaga terkait. Tetapi karena Indonesia dan Italia ingin memajukan hubungan pertahanan mereka di tahun-tahun mendatang, rapat komite gabungan ini akan menjadi salah satu forum yang harus dilihat untuk menilai sejauh mana kolaborasi di sisi pertahanan benar-benar maju. (TDP)

BACA JUGA :  Kontrak untuk sistem S-400 India disepakati menggunakan Rubel bukan Dolar

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here