AS Akan Mengirim 12 Pesawat Tempur F-35A Ke Jepang

0
652

Komando AS Pasifik (USPACOM) telah menempatkan sebuah informasi di website tentang rencana transfer 12 pembom tempur F-35A pada bulan November di pangkalan udara di Jepang dan sekitar 300 tentara sebagai bagian dari rotasi.

Sekitar 300 personel Angkatan Udara AS dan 12 pesawat F-35A Lightning II dari pangkalan udara Hill di Utah, Skuadron Tempur ke-34, siap untuk ditempatkan di pangkalan udara Kaden, Jepang, sebagai bagian dari rotasi enam bulan.

Pesawat dan personil yang diharapkan tiba di Caden awal November.

BACA JUGA :  Menbanpur 1 Marinir Laksanakan Latihan Satbanmin Kormar

Pada bulan Januari, Amerika Serikat memindahkan pesawat tempur F-35 siluman ke Jepang ke sebuah pangkalan militer di Iwakuni (Prefektur Yamaguchi). Menurut Kyodo, rencana AS memasukkan 16 pesawat tempur F-35 di pangkalan militer Iwakuni, dimulai pada Januari 2017.

Mereka direncanakan untuk mengganti pesawat tempur F / A-18 dan AV-8 Harrier yang sudah usang.

Seperti dilaporkan sebelumnya, pihak berwenang kota Iwakuni menyetujui penempatan pesawat tempur F-35 di pangkalan militer AS di sana di bulan Desember 2016 pada sebuah pertemuan dewan kota. Pertimbangan masalah ini ditunda karena kecelakaan pada awal Desember dari pesawat tempur Amerika F / A-18, yang dikaitkan dengan basis Iwakuni.

BACA JUGA :  Pasukan Rudal Strategis Rusia melakukan peluncuran rudal balistik antarbenua "yars"

Pesawat tempur Pesawat tempur ini adalah pesawat tempur supersonik berkursi tunggal, bermesin tunggal, yang dapat melakukan banyak fungsi, antara lain pertempuran udara-ke-udara, dukungan udara jarak dekat, dan pengeboman taktis. Pengembangan pesawat ini dibiayai oleh Amerika Serikat, Britania Raya dan beberapa negara lainnya.

Pesawat ini dikembangkan dan diproduksi oleh industri kedirgantaraan yang dipimpin oleh Lockheed Martin serta dua rekan utamanya, BAE Systems dan Northrop Grumman. Pesawat demonstrasi pertama kali terbang pada tahun 2000, dan pesawat versi produksi pertama kali terbang pada 15 Desember 2006.

BACA JUGA :  AS tidak bisa mencegah negaranya membeli senjata dari Rusia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here