Tank Armata merupakan terobosan baru karena memiliki menara remote control dan kapsul internal untuk kru yang diisolasi dari amunisi dan bahan bakar, tata letak yang secara signifikan dapat meningkatkan peluang untuk bertahan hidup awak jika tank terkena serangan.

Desainer mengatakan mereka menempatkan penekanan khusus pada ergonomi, sehingga orang yang bahkan sangat tinggi merasa nyaman di dalamnya. Salah satu desainer mengatakan tank baru ini menyenangkan dan mudah untuk dikendarai seperti SUV modern.

KONTROL KOMPUTERISASI
pergerakan Armata bisa diarahkan meggunakan fitur sistem kontrol digital, melacak target dan mengaktifkan sistem pertahanan tank. Membuat personil bisa fokus pada fungsi tempur utama. Seperti kita sedang bermain game didepan layar tv.

BACA JUGA :  Angkatan Udara AS menembak jatuh sebuah drone pasukan pro-pemerintah di Suriah

DESAIN MODULAR
Tank baru ii merupakan bagian dari keluarga kendaraan lapis baja yang baru dibangun pada platform terpadu yang memiliki struktur berdasarkan pergantian modul. Ini membantu biaya produksi yang lebih rendah dan menyisakan ruang untuk pengembangan lebih lanjut.
Keluarga Armata termasuk kendaraan infanteri lapis baja kelas berat yang menawarkan tingkat perlindungan yang baik, dan  dukungan berbagai mesin.

PERLINDUNGAN SUPERIOR
Armata menggunakan jenis armor baru, menurut disainernya secara signifikan lebih tahan terhadap tembakan musuh.Tank ini memiliki fitur reaktif armor yang melekat dengan desain tank, untuk meningkatkan pertahanan terhadap serangan senjata lawan. Plat armor panel yang ada di belakang tank, memberikan perlindungan dari serangan rudal panggul ATGM infanteri. Secara keseluruhan armor tank ini baru, namun belum diketahui terbuat dari bahan apa. Diduga armor Armata mirip dengan armor komposit “Chobham” dan “Dorchester” yang dibangun oleh Kementerian Pertahanan Inggris, untuk tank Inggris dan NATO.

BACA JUGA :  Tank Armata dan S-500 Sementara tidak dijual ke luar negeri

Paket sensor dan target tank ini menggunakan piranti active electronically scanned array radar yang diadopsi dari jet tempur Rusia dan memberikan perlindungan balistik terhadap petembak.
Komandan memiliki sistem remote pemantau malam, siang dan thermal optic, juga sistem senjata yang dikendalikan secara remote, seperti yang digunakan tank AS umumnya.

Persenjataan utama Tank T-14 adalah meriam smoothbore 125 mm, desain meriam yang baru berbeda dengan yang digunakan pada tank Rusia sebelumnya. Meriam utamanya dapat diganti dengan kaliber yang lebih besar, 152 mm. Persenjataan kedua dari T-14 Armata adalah sebuah senapan mesin 7.62mm RWS yang dipasang di atas turret. T-14 Armata dilengkapi dengan Active Protection System (APS) Afghanit yang tampaknya mirip dengan Trophy milik Israel. Active Protection System (APS 0) dirancang untuk menghadang semua jenis rudal anti tank dan roket, termasuk rocket propelled grenades (RPG).

BACA JUGA :  FPI akan menciptakan kendaraan lapis baja Rusia yang lebih kuat

sumber daylymail.com dan rbth

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here