Dua pesawat bomber B-1B Amerika dan pesawat tempur F-15K Angkatan Udara Korea Selatan melakukan latihan bersama seperti diberitakan laman Yonhap.

Menurut kepala staf Gabungan Angkatan Bersenjata Reublik Korea, “Pesawat menembakan rudal menggunakan rudal udara ke permeukan. Latihan tersebut berlangsung dimalam hari selasa sampai rabu.

Ingat Pyongyang, meski mendapat tekanan dari masarakat internasional, terus mengembangkan program rudal dan nuklirnya . Pada awal september pimpinan negara tersebut melaporkan keberhasilan pengujian bom hidrogen yang dirancang untuk melengkapi rudal balistik. Kekuatan ledakan yang teruji setara 160 iloton,yang daya ledaknya 10 kali lebih besar dari bom atom yang dijatuhkan di kota nagasaki dan hirosima di jepang pada tahun 1945.

BACA JUGA :  Komentar parlemen Rusia tentang kemungkinan penarikan AS dari Perjanjian INF

Seminggu sebelumnya, Pyongyang melakukan uji coba rudal balistik antar benua lain yang melintas di wilayah jepang.

Sehubungan dengan kejadian tersebut, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat memperkenalkan sanksi baru terhadap Korea Utara, yang secara signifikan membatasi kemampuan ekspor dan impor negara tersebut. Resolusi 2375 menetapkan sanksi PBB yang paling keras di abad ke-21.

Masih dari korea selatan dikabarkan para  hacker Korea Utara meretas server Kementerian Pertahanan Republik Korea

Hacker Korea Utara berhasil masuk ke jaringan komputer departemen militer Republik Korea dan mencuri dokumen penting terkait rencana Seoul dan Washington dalam hal operasi militer melawan Korut, seperti diberitakan oleh laman Interfax .

BACA JUGA :  Korut mengklaim pengembangan bom hidrogen untuk ICBM

“Di antara dokumen-dokumen yang dicuri, mungkin ada orang-orang di mana sebuah serangan ke Korea Utara direncanakan dengan tujuan untuk menghilangkan pemimpin negara tersebut Kim Jong-un jika terjadi konflik,” kata laporan tersebut.

Menurut salah seorang anggota parlemen (tidak menyebutkan nama), “235 gigabyte dokumen militer dicuri dari Korea Utara”.

Sumber tersebut mencatat pada saat bersamaan bahwa 80% dokumen yang berhasil mereka curi belum ditetapkan. Namun, sudah diketahui bahwa rencana Pasukan Khusus Angkatan Bersenjata Republik Korea dalam situasi darurat, serta informasi tentang kemampuan militer negara  jatuh ke tangan “tetangga utara”.

BACA JUGA :  Australia tidak layak kita anggap teman jika memindahkan keduataanya di Israel ke Yerusalem

Edisi tersebut mengingatkan bahwa pada bulan Mei tahun ini Kementerian Pertahanan telah mengumumkan pemutusan jaringannya, walaupun demikian, tidak ada yang menyebutkan pencurian dokumen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here