Kemenhan Pastikan Pembelian 10 Unit Sukhoi SU 35 dari Rusia

0
881

Pengadaan pesawat tempur Sukhoi SU 35 oleh Pemerintah Indonesia, pasti terlaksana. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memastikan pesawat tempur generasi 4++ sebanyak sepuluh unit itu pasti datang ke Indonesia.

“Dari dua tahun lalu saya sudah nego(siasi) itu, sudah (pasti datang),” ujarnya kepada wartawan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemanan (Kemenkopolhukam), Jakarta Pusat, Senin (12/6/2017).

Kapan sepuluh unit pesawat tempur buatan Rusia itu akan tiba di Tanah Air, ia menyebut hal itu ada di tangah Kementerian Perdagangan (Kemendag), yang ikut menangani pembelian Sukhoi SU 35.

BACA JUGA :  AS menyatakan "kebebasan navigasi" di Laut Cina Selatan

“Itu urusan Kementerian Perdagangan, saya minta beli, kemudian ‘G to G'(Goverment to Goverment / Pemerintah ke pemerintah), tidak ada calo. Kemudian ada lima puluh persen imbal dagang,” ujarnya.

Selain itu, perjanjian antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Russia terkait pembelian pesawat tempur yang mampu melakukan maniver Pugachev Cobra itu, adalah pembangunan suku cadang pesawat tempur di Indonesia.

“Mereka akan buat pabrik di sini untuk suku cadang, jadi nggak usah bawa-bawa ke Russia, mahal itu. Jadi nanti yang punya (pesawat) Sukhoi seperti Malaysia, perbaikannya sama kita (saja),” ujarnya.

BACA JUGA :  Pesanan Kapal PT Pal Indonesia Meluas dari ASEAN hingga Afrika

Su-35S adalah pesawat tempur super manuver multiguna dari generasi “4 ++” dengan mesin dengan vektor dorong terkontrol. Pesawat Su-35S diuji dalam kondisi tempur sebagai bagian dari kelompok udara Rusia di Suriah. Pada bulan Desember 2015, Sukhoi menandatangani kontrak lima tahun baru untuk pengadaan Kementerian Pertahanan Rusia dengan 50 pejuang Su-35S. Sebelumnya, Sukhoi Company berhasil menerapkan kontrak pertama tahun 2009 untuk memasok Kementerian Pertahanan Rusia dengan 48 pejuang Su-35S.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here