GNA Berikan Ijin Ekplorasi Minyak Libya Ke Turki

0
412
Kapal pengeboran minyak Turki
Kapal pengeboran minyak Turki

GNA Berikan Ijin Ekplorasi Minyak Libya Ke Turki – GarudaMiliter.com – Ditengarai sebagai bagian perjanjian bantuan militer yang diberikan Turki kepada faksi GNA, yang merupakan pemerintah yang diakui oleh PBB, Turki dikabarkan telah diberikan lisensi hak eksplorasi minyak Libya.

Dilaporkan Reuters, Turki menyebutkan akan memulai kegiatan eksplorasi pengeboran minyak di Libya dalam tiga atau empat bulan mendatang setelah selesainya persiapan persiapan yang harus dilakukan. Kegiatan tersebut dilakukan Turki dalam kerangka perjanjian yang ditandatangani bersama pemerintah GNA.

Batas wilayah yang ditandatangani Turki dengan GNA Libya
Batas wilayah yang ditandatangani Turki dengan GNA Libya.

Beberapa negara tetangga dikawasan tersebut, termasuk Yunani, diketahui telah menolak dan mengutuk adanya perjanjian pengeboran minyak tersebut.

Tahun 2019 yang lalu, pemerintah GNA juga telah menandatangani perjanjian batas maritim dengan Turki. Turki berdasarkan perjanjian tersebut membuat Zona Ekonomi Eksklusif di laut Tengah antara selatan Turki dengan utara Libya. Menteri Energi Turki Fatih Donmez mengatakan bahwa Turki akan melindungi hak hak Turki dalam ZEE tersebut.

BACA JUGA :  Rusia menerima uang muka dari Turki untuk pembelian S-400

Yunani, Siprus dan beberapa negara lain menolak perjanjian Turki dengan pemerintah GNA Libya tersebut. Uni Eropa juga mengeluarkan pernyataan yang menentang perjanjian eksplorasi mintak Turki dan Libya tersebut, karena dilakukan terkait dengan perjanjian bantuan militer Turki ke GNA yang sudah berperang melawan faksi LNA selama beberapa waktu ini.

Israel, yang kemungkinan rencana pembangunan jalur pipa ekspor gas alam bawah lautnya ke eropa akan terganggu dengan rencana Turki ini, juga menyatakan protes atas perjanjian kerjasama Turki dan GNA Libya ini. Dengan adanya perjanjian batas maritim ini, Israel, Yunani, Siprus dan Malta tidak bisa melakukan eksplorasi minyak dan gas serta pembangunan pipa bawah laut di laut tengah yang diklaim Turki dan GNA tanpa seijin Turki dan GNA. Israel sendiri sudah menyatakan akan tetap terus melakukan pembangunan pipa gas Leviathan dari ladang gas nya ke Siprus, Kreta, Yunani dan ke Italia yang kemudian akan menyambung dengan pipa gas eksisting ke Eropa.

BACA JUGA :  NATO akan mempertahankan kehadiran militer di Afghanistan setelah tahun 2017 dan memperkuatnya
Rencana pipa gas Israel ke Eropa
Rencana pipa gas Israel ke Eropa

Israel diperkirakan akan membela kepentingannya. Saat ini Israel sudah mengekspor gas alamnya ke Jordania dan ke Mesir. Dan setelah pipa ke Eropa tersambung, Israel akan berkompetisi dengan Rusia dalam penjualan gas alam di pasar Eropa.

Israel sendiri beberapa kali dituduh Turki ikut serta dalam mempersenjatai faksi LNA bersama dengan UAE, Mesir, Arab Saudi dan Rusia. Paling tidak sebatas menyediakan bandar udaranya sebagai tempat transit pesawat kargo pembawa senjata. Israel seperti biasa menolak berkomentar mengenai hal hal tersebut.

BACA JUGA :  India, not Greenville, to fill biggest future F-16 order

Analis militer mengatakan bahwa tindakan Turki ini tidak jauh bedanya dengan apa yang dilakukan Amerika di Timur Tengah serta Rusia di Suriah, ujung ujungnya adalah masalah monopoli sumber daya energi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here