Beberapa Faksi Militer Libya Mulai Berunding Di Jenewa

0
78
Beberapa Faksi Militer Libya Mulai Berunding Di Jenewa
foto : AFP

Jenewa, GarudaMiliter.com – Beberapa Faksi Militer Libya Mulai Berunding Di Jenewa. Hal tersebut untuk menindak lanjuti seteru yang sudah lama terjadi.

Seperti yang diketahui, berkumpulnya para faksi tersebut untuk membicarakan perseteruan yang diperantarai oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Senin (3/2/2020).

Pembicaraan tersebut ditujukan guna memberikan jaminan terkait dengan pelaksanaan genjatan senjata pasca berlangsung pertempuran selama 10 bulan di wilayah pinggiran ibu kota negara, Tripoli.

Dalam perundingan “Komisi Militer Libya” setidaknya diikuti oleh lima pejabat senior dari Tantara Nasional Libya (LNA) pimpinan komandan di wilayah timur, Khalifa Haftar.

BACA JUGA :  AS Menyetujui Peningkatan Sistem Rudal Pertahanan Arab Saudi

Selain itu, diikuti pula oleh lima pejabat Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA), yang di akui oleh masyarakat Internasional.

Sebelumnya, Haftar sudah melancarkan serangan terhitung sejak April guna merebut kendali wilayah Tripoli, dimana lokasi tersebut dikuasai oleh GNA.

Dalam insiden pertempuran tersebut, setidaknya sudah membuat lebih dari 150 ribu orang mngungsi dan juga menambah keterlibatan beberapa kekuatan asing.

Pembicaraan militer terkait dengan masalah tersebut, berlangsung selama dua pekan pasca pelaksanaan pertemuan puncak internasional di Berlin.

Pertemuan dipusatkan untuk upaya melakukan pemetaan jalan menuju penyelesaian politik, dan juga menerapkan embargo senjata oleh PBB, yang selalu dilanggar.

BACA JUGA :  Iran Klaim Serangan Rudal Di Irak Jadikan AS Rugi Besar

Dalam hal ini, Haftar sudah memperoleh bantuan secara materi dari berbagai negara, termasuk juga Uni Emirat Arab, Mesir, Yordania, dan juga Rusia, seperti yang disebutkan oleh para pakar dan diplomat PBB.

Sedangkan dari sisi lain, pemerintah Libya memperoleh bantuan militer dari Turki.

Menurut yang dijelaskan oleh beberapa diplomat, adanya perundingan di Jenewa, secara jelas digelar untuk membangun kepercayaan dan melaksanakan mekanisme pengawasan genjatan senjata.

Dijelaskan pula, pembicaraan yang dihelat di Jenewa tersebut dipimpin langsung oleh utusan Khusus PBB, Ghassam Salam.

BACA JUGA :  Rusia Memprediksi Penarikan Pasukan AS Di Suriah Berlangsung Lama

Pantau terus perkembangan Berita Militer Dunia hanya di GarudaMiliter.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here