Pasca Serangan Rudal Iran, 34 Tentara Militer AS Cedera Otak

0
32
Pasca Serangan Rudal Iran, 34 Tentara Militer AS Cedera Otak
Foto : WSJ

Washington, GarudaMiliter.comPasca Serangan Rudal Iran, 34 Tentara Militer AS Cedera Otak. Cedera yang diderita berupa luka dan traumatis.

Serangan terjadi di pangkalan Irak yang menampung pasukan AS pada awal bulan ini. Kabar tersebut diungkap oleh juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman.

Dari 34 tentara tersebut, sebanyak 18 anggota yag terluka serta sudah kembali bertugas di Irak. Sedangkan untuk sisanya, 16 orang masih dirawat di AS.

Hoofman menyebut, Departemen Pertahanan akan meninjau prosesnya guna melacak dan melaporkan cedera yang diderita oleh tantara AS.

“Tujuannya adalah untuk setransparan, akurat dan untuk memberikan informasi kepada warga Amerika dan tentara kami dengan informasi terbaik tentang pengorbanan luar biasa yang dilakukan oleh para pejuang perang kami,” ucap Hoffman seperti dikutip dari CNN, Sabtu (25/1/2020).

Awalnya, Pentagon dan Presiden AS, DOnald Trump menjelaskan jika tidak ada tentara yang terluka atau terbunuh pada serangan rudal Iran 8 Januari lalu.

Namun pada awal pekan ini, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa dirinya tidak menganggap potensi cedera otoknya sama seriusnya dengan luka pertempuran fisik.

“Tidak, saya mendengar bahwa mereka sakit kepala, dan beberapa hal lainnya, tetapi saya akan mengatakan, dan saya dapat melaporkan, itu tidak terlalu serius,” tegas Trump dalam konferensi pers.

Sedangkan pada pekan lalu, Komando Pusat AS menyebut bahwa 11 tentara dirawat lantaran gejala gegar otak akibat serangan tersebut.

CENTCOM pun sudah mengumumkan awal pekan ini, terdapat anggota tambahan yang terluka meski tanpa memberikan angka pasti.

Menurut dari Pusat Cedera Otak Pertahanan dan Veteran bentuk TBI (Traumatic Brain Injury), yang paling umum terjadi di militer ialah TBI ringan.

Cedera otak traumatis tidak selalu tampak segera pasca mereka menderita. Meski begitu, tentara AS yang terluka, menunjukkan bahwa ada dampak dari serangan tersebut.

Bahkan lebih serius dibanding dengan penilaian awal yang ditunjukkan.

Ikuti terus perkembangan Berita Militer Amerika Serikat hanya di GarudaMiliter.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here