Polandia Borong 32 Jet Tempur Siluman F-35 AS, Siap Kirim 2024

0
99
Polandia Borong 32 Jet Tempur Siluman F-35 AS, Siap Kirim 2024
Jet Tempur F-35 Lightning II (foto : Senior Airman Dylan Murakami/US Air Force)

Warsawa, GarudaMiliter.comPolandia Borong 32 Jet Tempur Siluman F-35 AS, Siap Kirim 2024. Lebih tepatnya, pesawat yang dibeli merupakan type F-35 Lightning II.

Seperti yang diketahui, jet tempur tersebut merupakan produksi Lookheed Martin, Amerika Serikat (AS) yang merupakan produsen alat militer dunia.

Sedangkan keterangan mengenai kebenaran pembelian tersebut, dijelaskan oleh Menteri Pertahanan Mariusz Blaszczak.

Ia menuturkan bahwa negoisasi untuk pembelian sudah hampir rampung. Bahkan unit pertama yang sudah jadi akan dikirim pada 2024.

“Negosiasi untuk membeli 32 pesawat dari AS hampir selesai dan unit pertama akan siap (untuk dikirim) pada tahun 2024,” ucap Blaszczak kepada penyiar Polish Radio yang dilansir Defense News, Jumat (24/1/2020).

BACA JUGA :  Putin menilai Kenapa AS ingin mundur dari INF

Masuk pada rencana kotrak pertahanan terbesar yang akan ditandatangani di negara Eropa Tengah-Timur tahun ini, Polandia akan menjadi pengguna pertama jet tempur ini.

Pesawat jet yang merupakan generasi kelima Lockheed Martin akan digunakan Polandia pada wilayah tersebut.

Diketahui, jet tempur F-35 akan menjadi pelengkap untuk armada 48 F-16 yang ada di negara Polandia.

Lebih lanjut, Blaszczak juga mengungkap besaran biaya yang perlu dibayar untuk pengadaan F-35.

Tepatnya pada September lalu, pasca persetujuan Departemen Luar Negeri AS atau potensi penjualan dengan perkiraan USD6,5 miliar.

BACA JUGA :  Rusia menerima uang muka dari Turki untuk pembelian S-400

Blaszczak menyebut jika kementeriannya berharap bisa memperoleh label harga istimewa untuk pesawat tempur siluman itu.

Serupa juga dengan proses akuisisi sistem rudal Patriot dan Raythein oleh Warsawa sebelumnya.

Untuk bisa memangkas harga jet tempur, Kementerian Pertahanan Polandia dilaporkan memutuskan untuk tidak tandatangan perjanjian penggantian kerugian dengan pihak AS.

Sumber yang paling dekat dengan kesepakatan tersebut menjelaskan kepada harian Dziennik Gazeta Prawna, bahwa kontrak final bisa bernilai USD4 miliar atau setara Rp54,5 triliun, termasuk juga logistik dan pelatihan.

BACA JUGA :  Berapa sebernarnya jumlah pesawat F-22 Raptor yang rusak akibat badai Michael

Ikuti terus perkembangan Kabar Militer Dunia hanya di GarudaMiliter.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here