Helikopter Subaru UH-X Jalani Uji Tebang Perdana – MiliterMeter.com
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
  • Gmail
  • Tumblr
  • Blogger






Produsen Subaru (sebelumnya Fuji Heavy Industries) melakukan uji terbang perdana untuk helikopter multiguna program UH-X pada 21 Desember 2018 di fasilitas pabriknya di Utsunomiya, Jepang.

Heli prototipe dengan kode 40001 ini adalah proyek lisensi dari Helikopter Bell 412EPI. UH-X diproyeksikan akan digunakan untuk kalangan militer.

Seri Bell 412EPI sendiri adalah adalah varian termutahir dari keluarga heli Bell 412. Heli ini mulai dibangun tahun 2013 menggunakan basis seri Bell 412EP (Enhanced Performance).

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
  • Gmail
  • Tumblr
  • Blogger

Fitur baru yang ditawarkan pada Bell 412EPI mencakup kontrol mesin elektronik (FADEC) dan tampilan glass cockpit display system (GCDS) serupa dengan milik model Bell 429.

Termasuk juga sistem navigasi layar sentuh Garmin serta BLR Strake & Fast Fin untuk meningkatkan kinerja heli saat melayang (hover).

Bell 412EPI juga dilengkapi dengan sistem avionik terintegrasi Bell BasiX ProTM berguna untuk meningkatkan kesadaran situasional sang pilot.

Bell 412EPI/UH-X memiliki dimensi panjang 17 m, tinggi 4,6 m, dan diameter rotor 14 m. Untuk mengoperasikannya hanya membutuhkan seorang pilot. Heli berkapasitas penumpang 14 orang ini mampu membawa muatan internal 2,1 ton dan muatan eksternal 2 ton.

Masuk dalam kelas medium ringan dengan MTOW 5,3 ton, Bell 412EPI/UH-X digerakkan menggunakan sebuah mesin turboshaft PT6T-9 berdaya 1.250 shp. Kecepatan maksimumnya 259 km/jam. Ketinggian terbang mencapai 6.096 m dan jangkauan operasi sejauh 980 km.

Mengutip berita dari Defence Blog, militer Jepang akan mengakuisisi sebanyak 150 helikopter UH-X guna menggantikan heli gaek UH-1J (versi Jepang Bell UH-1 Iroquois). Heli UH-X akan berperan sebagai wahana transportasi personel dan logistik.

Sumber: angkasareview.com






Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here