Rusia memiliki beberapa jenis senjata yang mampu melakukan tugas pertahanan rudal. Sedangkan untuk sistem pertahanan rudal strategis, di segmen ini, hanya ada satu sistem yaitu A-135. Sistem ini mampu mencegat musuh ICBM hulu ledak pada kisaran 100 km dan ketinggian 30 km.

Sebagai contoh, sistem pertahanan antiroket Rusia yang A-135 yang ditempatkan di sekeliling Moskow, menggunakan hulu ledak nuklir dalam roketnya. Antiroket diluncurkan ke wilayah tempat ditemukannya hulu ledak musuh dan ia akan meledakan hulu ledak nuklir miliknya ke sasaran. Plasma ledakan nuklir tersebut membakar semua komponen, mulai dari hulu ledak, rudal pengalih, hingga serpihan roket itu sendiri. Hal itu membuat “limbah radioaktif” dari intersepsi nukir, tanpa dapat dihindari, akan jatuh mengenai penduduk setempat di wilayah tersebut.

BACA JUGA :  Media: Pyongyang mencuri teknologi peluncuran rudal balistik dari Seoul

Para pejabat pertahanan Rusia mengharapkan S-500 untuk masuk ke layanan militer Moskow dalam waktu dekat, tapi tidak ada tanggal tertentu yang telah dipastikan militer Rusia. Sistem pertahanan rudal S-500 Prometey yang juga dikenal sebagai 55R6M Triumfator-M adalah sistem anti anti-pesawat dan sistem rudal anti-balistik mutakhir Rusia saat ini.

S-500, yang dirancang oleh Almaz Antey, diklaim memiliki jangkauan 600 kilometer (lebih dari 370 mil) dalam tembakannya. Sistem ini secara bersamaan dapat mencegat hingga sepuluh rudal balistik dan hipersonik yang melesat dengan kecepatan 7 kilometer per detik. S-500 Prometey juga mampu menembak target pada ketinggian hingga 200 kilometer (lebih dari 120 mil).

BACA JUGA :  Uji Coba Rudal Chiron Ukur Kemampuan Prajurit

sumber. forbes.ru dan rbth

Kelima >>>>>

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here